Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilihan Rektor UNM Diulang

BREAKING NEWS: Pemilihan Rektor UNM Diulang

Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2024-2028 diulang pada Kamis (4/4/2024) dua hari mendatang

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur
Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Hamsu Abdul Gani 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2024-2028 diulang.

Rencananya pemungutan suara penyaringan calon rektor UNM digelar pada Kamis (4/4/2024) dua hari mendatang.

Selain itu pemaparan visi dan misi bakal calon rektor juga diulang.

“Tadi saya diberi amanah senat sebagai panitia, sudah rapat senat menjelaskan surat dari Kemendikbud menyampaikan proses tetap berlanjut tapi visi misi diulang kembali,” kata Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Hamsu Abdul Gani kepada Tribun-Timur.com di Makassar Selasa (2/4/2024).

Setelah pemaparan visi misi dilanjutkan pemungutan suara ulang penyaringan calon rektor UNM. “Sudah itu lanjut pemilihan lagi,” kata Hamsu.

Hamsu Abdul Gani mengatakan, Kemendikbudristek merekomendasikan pemungutan suara ulang demi harmonisasi antar calon.

“Alasan kementerian demi harmonisasi UNM. Kementerian bilang kita sayang UNM, tapi ada masukan dari calon lalu seperti ini bunyinya maka kementerian instruksikan visi misi dan pemungutan suara diulang supaya harmonis,” kata Hamsu Gani.

Calon Rektor UNM 2024-2028

Dua bakal Calon Rektor UNM atau Universitas Negeri Makassar yakni Prof Ichsan Ali dan Prof Hasnawi Haris menjalani rutinitas berbeda usai penyaringan Calon Rektor UNM 2024-2028 yang berlangsung, Selasa (27/2/2024) lalu.

Diketahui pada proses penyaringan Calon Rektor UNM 2024-2028, Prof Ichsan Ali hanya meriah 3 suara sementara Prof Hasnawi Haris 4 suara.

Perolehan suara Prof Ichsan Ali menempati posisi ke-4 sehingga tak lolos 3 besar Calon Rektor UNM periode berikutnya.

Sementara itu Prof Hasnawi Haris mendapat suara terbanyak ketiga di bawah Prof Karta Jayadi 5 suara dan Prof Hasmyati unggul telak dengan 51 suara.

Atas hasil ini Prof Ichsan Ali menilai ada kejanggalan.

Prof Ichsan Ali menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil Penyaringan Calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dilakukan pada Selasa, 27 Februari 2024.

Dia menyuarakan protesnya kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), meragukan keabsahan proses tersebut.

Profesor Ichsan Ali, yang lahir di Makassar pada tanggal 18 Maret 1965, sebelumnya telah menjadi calon potensial untuk jabatan Rektor UNM.

Dalam Penyaringan Calon Rektor UNM tersebut, yang berlangsung pada tanggal 27 Februari 2024, Profesor Ichsan Ali hanya menerima tiga suara.

Dia kalah dalam pemungutan suara tersebut, dimana Profesor Karta Jayadi meraih lima suara, dan Profesor Hasnawi Haris meraih empat suara, menduduki peringkat kedua dan ketiga dalam proses tersebut.

Tiga hari setelah penyaringan, Profesor Ichsan Ali secara terbuka mengumumkan kepada publik bahwa dia meragukan integritas proses pemilihan tersebut.

"Saya ini habis ikuti proses pemilihan rektor. Dalam pemikiran saya lihat hasilnya kenapa jomplang sekali. Karena saya ikuti pak rektor bertahun-tahun, semua wakil rektor ini rendah suaranya. ini mungkin bukti kegagalan rektor, ini legitimasi ada kegagalan," jelas Prof Ichsan Ali saat ditemui di Gedung Pinisi, Jumat (1/2/2024) siang.

Wakil Rektor IV ini mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti kejanggalan di Pilrek UNM.

Dirinya bersama tim pun telah rampung menyusun laporan terkait hal tersebut.

Bahkan Prof Ichsan Ali terbang ke Jakarta membawa laporan ke Kemendikbudristek.

"(Analisis) saya dapat 9 poin, dielaborasi tim. Saya secara fisik bawa laporkan di Kementrian melalui laporkemendikbud. Saya sendiri yang bawa," jelasnya.

Laporan Prof Ichsan Ali menyurat langsung ke Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Hasil pemilihan rektor beberapa waktu lalu disebutnya sudah menjadi sorotan insan akademika se-Indonesia.

Sebab, suara jajaran wakil rektor tertinggal jauh.

"9 poin ini dugaan saya, indikasi. saya sudah buat sebaik mungkin semoga bisa ditanggapi," jelas Prof Ichsan Ali.

Selain masalah gap suara, Prof Ichsan Ali melihat peran dewan pengawas cukup minim. 

"Selama ini, rasanya tidak pernah dewan pengawas diundang. Kecuali saat visi misi," lanjutnya.

Prof Ichsan Ali mengaku tak ingin membuka lebih banyak materi-materi laporannya.

Dirinya hanya berharap Mendikbudristek bisa turun tangan untuk melakukan investigasi.

"Harapan saya semoga ada dari 9 saya punya variabel ditanggapi menteri untuk diinvestigasi," katanya.

Prof Karta Jayadi Sebut Kecurangan Terstruktur

Calon rektor nomor urut 4 yang juga Wakil Rektor 2 Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Karta Jayadi angkat bicara soal hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM Periode 2024-2028. Karta Jayadi menilai ada dugaan pelanggaran yang terjadi terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

"Jika melihat komposisi suara besar dari sisi politik, kemungkinan besar TSM," ujar Karta Jayadi, Sabtu (2/3/2024).

Namun Karta Jayadi ogah melaporkan dugaan pelanggaran itu ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Menurutnya, laporan Wakil Rektor 4 UNM yang juga calon rektor nomor urut 2 Prof Muhammad Ichsan Ali sudah mewakilinya.

"Kalau sudah ada yang melapor kan intinya sama," tegasnya.

Karta Jayadi pun siap memberikan keterangan jika kemudian laporan Ichsan Ali ditindaklanjuti Kemendikbudristek. Karta Jayadi akan menjelaskan temuan yang didapatinya.

"Nanti jika saya dipanggil tim investigasi saya berikan keterangan apa yang saya rasakan, lihat, dan saya ketahui," imbuh Karta Jayadi.

Dia lantas menyindir pemenang pemilihan di putaran pertama yang dinilai sebagai punya super power. Pasalnya calon peraih suara tertinggi senat, mampu mengalahkan 3 wakil rektor dan 1 mantan wakil rektor yang juga maju dalam kontestasi tersebut.

"Hasil Pilrek UNM 2024-2028 tahap penyaringan kemarin menggambarkan ada calon yang super power, kelasnya sangat jauh berbeda dengan calon lainnya sehingga memperoleh perbandingan suara rata-rata 12 kali dari calon lainnya meskipun keseharian pesaing atau kelas teri tersebut wakil rektor dan mantan wakil rektor," paparnya.

Sementara terkait jomplangnya perolehan suara calon rektor, Karta Jayadi menganalogikan para senat menggunakan kaca pembesar dalam menilai para calon. Sehingga ada sudut pandang berbeda dengan senat yang lain.

"Penyebabnya sudut pandang yg berbeda. Mungkin para senator yang dominan memilih itu melihat calon dengan kaca pembesar sedangkan pendukung yang minimalis suaranya pake kacamata biasa," ungkapnya.

"Dengan komposisi suara yang sangat jomplang ini berarti calon tidak imbang kualitasnya dan kuantitasnya," tambah Karta Jayadi.

Namun Karta Jayadi bersyukur masih bisa lolos dalam penyaringan suara tahap kedua. Dia masih optimis bisa menang dengan menyebut pertarungan dimulai dari nol lagi.

"Iya mulai nol lagi. Harapan menang," imbuhnya.

Jawaban Panitia Pilrek UNM

Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Hamsu Gani mengatakan proses pilrek UNM sudah berjalan sesuai aturan.

Dirinya mengaku seluruh proses pilrek berjalan sudah begitu terbuka dan jujur.

"Saya selaku panitia berjalan sesuai aturan yang ada. Kita berjalan sesuai rel dan aturan," jelas Prof Hamsu Gani.

Terkait dugaan pengawasan minim, Prof Hamsu Gani menyebut selama ini satuan pengawas internal telah ikut mengawal

"Dewan pengawas saat visi misi itu hadir. Ada satuan pengawas internal yang ikut terus perkembangannya," katanya.

Prof Hamsu pun mengaku siap mengawal Pilrek ini hingga usai nantinya.

Prof Hasnawi Haris Bertemu Jokowi

Wakil Rektor I Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Hasnawi Haris bertemu Presiden Joko Widodo di Kongres Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Jakarta Jumat (1/3/2023).

Hasnawi Haris datang dalam kapasitas Ketua PGRI Sulsel.

Ia berdiri bagian depan menyambut Jokowi.

Kongres PB PGRI berlangsung tiga hari mulai dari Jumat (1/3/2034) sampai Minggu (3/3/2024). 

Prof Hasnawi Haris memimpin delegasi PGRI se-Sulawesi Selatan sebanyak 194 peserta mengikuti Kongres di Jakarta.

Sebagai ketua PGRI Sulsel yang menggawangi ratusan ribu anggota PGRI di Sulsel, Prof Hasnawi Haris harus tetap istiqamah memperjuangkan nasib guru se-Sulsel dan senantiasa menyampaikan di forum-forum nasional.

"Apalagi acara ini dihadiri Bapak Presiden Jokowi," kata Prof Hasnawi.

Hasnawi mengatakan PGRI Sulsel senantiasa mengambil posisi dan peran strategis serta berkontribusi dalam transformasi PGRI menuju Indonesia Emas.

Sebelumnya, Prof Hasnawi Haris mengatakan, dirinya bersyukur karena proses penjaringan tahap pertama telah selesai dan sesuai dengan harapannya.

"Saya dapat amanah empat suara yang mengantarkan saya ke tiga besar," katanya setelah pemilihan calon rektor.

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang telah memilih dirinya pada hari ini.

"Tentu saja perjalanan kedepan akan kita lihat perkembangannya," ujarnya.

Lanjut Prof Haris, dengan nomor urut 1 dirinya akan membawa UNM untuk dapat lebih baik lagi

"Insyaallah, karena saya nomor urut 1 selalu saya bilang 1 untuk UNM," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved