Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilihan Rektor UNM Diulang

BREAKING NEWS: Pemilihan Rektor UNM Diulang

Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2024-2028 diulang pada Kamis (4/4/2024) dua hari mendatang

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur
Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Hamsu Abdul Gani 

Prof Ichsan Ali mengaku tak ingin membuka lebih banyak materi-materi laporannya.

Dirinya hanya berharap Mendikbudristek bisa turun tangan untuk melakukan investigasi.

"Harapan saya semoga ada dari 9 saya punya variabel ditanggapi menteri untuk diinvestigasi," katanya.

Prof Karta Jayadi Sebut Kecurangan Terstruktur

Calon rektor nomor urut 4 yang juga Wakil Rektor 2 Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Karta Jayadi angkat bicara soal hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM Periode 2024-2028. Karta Jayadi menilai ada dugaan pelanggaran yang terjadi terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

"Jika melihat komposisi suara besar dari sisi politik, kemungkinan besar TSM," ujar Karta Jayadi, Sabtu (2/3/2024).

Namun Karta Jayadi ogah melaporkan dugaan pelanggaran itu ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Menurutnya, laporan Wakil Rektor 4 UNM yang juga calon rektor nomor urut 2 Prof Muhammad Ichsan Ali sudah mewakilinya.

"Kalau sudah ada yang melapor kan intinya sama," tegasnya.

Karta Jayadi pun siap memberikan keterangan jika kemudian laporan Ichsan Ali ditindaklanjuti Kemendikbudristek. Karta Jayadi akan menjelaskan temuan yang didapatinya.

"Nanti jika saya dipanggil tim investigasi saya berikan keterangan apa yang saya rasakan, lihat, dan saya ketahui," imbuh Karta Jayadi.

Dia lantas menyindir pemenang pemilihan di putaran pertama yang dinilai sebagai punya super power. Pasalnya calon peraih suara tertinggi senat, mampu mengalahkan 3 wakil rektor dan 1 mantan wakil rektor yang juga maju dalam kontestasi tersebut.

"Hasil Pilrek UNM 2024-2028 tahap penyaringan kemarin menggambarkan ada calon yang super power, kelasnya sangat jauh berbeda dengan calon lainnya sehingga memperoleh perbandingan suara rata-rata 12 kali dari calon lainnya meskipun keseharian pesaing atau kelas teri tersebut wakil rektor dan mantan wakil rektor," paparnya.

Sementara terkait jomplangnya perolehan suara calon rektor, Karta Jayadi menganalogikan para senat menggunakan kaca pembesar dalam menilai para calon. Sehingga ada sudut pandang berbeda dengan senat yang lain.

"Penyebabnya sudut pandang yg berbeda. Mungkin para senator yang dominan memilih itu melihat calon dengan kaca pembesar sedangkan pendukung yang minimalis suaranya pake kacamata biasa," ungkapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved