Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Kunjung Dapat Perhatian, Komunitas Assitobonengeng Galang Dana Demi Bangun Rumah Adat Bone

Proyek kawasan budaya Bola Soba di Kabupaten Bone hingga saat ini belum menemui kejelasan. 

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur
Lokasi pembangunan rumah adat Kabupaten Bone. Lokasinya di Jalan Piros Bone-Makassar, Kecamatan Tanete Riattang Barat)  

TRIBUNBONE.COM, BONE- Proyek kawasan budaya Bola Soba di Kabupaten Bone hingga saat ini belum menemui kejelasan. 

Hal tersebut membuat masyarakat Kabupaten Bone yang tergabung dalam Komunitas Assitobonengeng membuka rekening untuk penggalangan dana.

Demikian disampaikan Ketua Komunitas Assitobonengeng Andi Singkeru Rukka.

Ia mengatakan, pembuatan rekening untuk penggalangan donasi ini baru launching 20 Maret 2024 lalu.

"Sekarang sudah jadi (rekening), jadi kita buka sesuatu yang nyata, kita mau bangun kultur kebudayaan Bone. Sebenarnya rencana pembuatan rekening ini sudah diajukan sejak tiga bulan lalu"ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Rabu (27/03/2024).

Ia mengungkapkan, pembangunan rumah adat Bone (Bola Soba) sudah menjadi harapan bersama dari masyarakat.

Baca juga: Padahal Rawan Bencana, BPBD Bone Hanya Operasikan 1 Armada untuk Tangani 27 Kecamatan

Apalagi rumah adat ini merupakan ciri khas atau jati diri yang dimiliki tiap daerah di Sulsel.

"Ini sudah jadi kesepakatan, kita mau gotong royong bangun Bola Soba ,"ujarnya.

Sementara itu, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone telah menjanjikan pembangunan Bola Soba ini tetap dimonitor

Kepala Dinas Bina Marga, BMCKTR, Askar mengatakan proyek ini dipastikan akan kembali berjalan tahun ini. 

"Bola Soba tetap berlanjut, insyaallah tahun ini, tidak ada penganggaran tambahan, tetap yang kemarin,"ujarnya.

Dia mengatakan, kontrak antara Pemda Bone dan rekanan tidak berhenti, dan masih tetap berlaku sampai saat ini di luar tahun penganggaran yang lewat.

"Penyediaan material akan dilakukan ulang. Soal kerugian kayu yang hanyut saat pengangkutan, ini tetap menjadi tanggung jawab dari rekanan," katanya.

"Jadi kita terus dorong kok rekanannya untuk terus melakukan itu,"ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya intens berkonsultasi dengan Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait masalah ini.

Apalagi menyangkut penganggaran, jangan sampai ada kerugian negara di dalamnya.

"Jadi kita berharap tahun ini sudah terbangun, anggarannya itu sudah ada di pokok," ujarnya. (*)

 

 

 

 


 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved