Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sidang Pembunuhan Maros

Cerita Parti Istri Bos Roti Maros Didatangi Black di Kamar

Parti (59) istri bos roti maros bersaksi di sidang pembunuhan suaminya oleg terdakwa Andi alias Black, Kamis (21/3/2024).

|
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Sidang kedua kasus pembunuhan pembunuhan Bos Roti Maros Makmur (53) dan Abdillah Makmur (27) digelar Pengadilan Negeri Maros, Kamis (21/3/2023). Parti, istri Makmur bersaksi dalam sidang. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Parti (59) Istri sekaligus ibu korban, Makmur (53) dan Abdillah Makmur (27) turut menjadi saksi dalam sidang kedua pembunuhan yang terjadi di rukonya yang memproduksi roti Maros, Kamis (21/3/2024).

Ia masuk ke ruang sidang menggunakan kursi roda.

Nampak, kedua anaknya yang turut menjadi saksi dan sanak keluarga yang mendampinginya.

Dalam sidang tersebut, ia mengungkapkan terdakwa, Andi alias Black (21) sempat masuk ke kamarnya usai membunuh kedua korbannya.

"Dia bilang 'kita tinggal sendiri' namun saya jawab, saya sakit, badan saya mati separuh," katanya.

Ia menyebutkan, Andi masuk ke kamarnya tak hanya sekali.

Andi bahkan sempat meraba-raba bagian lemari dan juga laci di kamarnya.

"Dia bolak balik beberapa kali di dalam kamar, dia mengambil uang saya tak tahu jumlahnya berapa, dan tiga buah HP," ujarnya.

Ia menjelaskan, awalnya dirinya mendengar suara bising dari luar kamarnya, yang diduga berasal dari meja makan.

Parti mengira, suara tersebut berasal dari anaknya, Abdillah yang biasanya memang sering begadang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Istri dan Anak Bos Roti Maros Bersaksi di Sidang, Black Dievakuasi

"Saya dengar bising di meja makan dan membangunkan suami (Makmur), dia langsung keluar," ujarnya.

Sebelum keluar, Makmur mengambil tongkat milik Parti yang berada di dekat pintu.

"Kemudian, pintu ditutup dari luar, namun tidak rapat, kemudian saya tidak mendengar apa-apa lagi," tutupnya.

Parti menuturkan, Black masuk ke kamarnya dengan menutup wajahnya.

"Ciri-ciri dia menutup wajahnya, saya pikir Abdillah, karena memang sering bercanda, dia masuk ke kamar membawa senjata tajam dan saya langsung berteriak," sebutnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved