Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Melihat Tranformasi Operasional Terminal Jamrud Nilam Mirah di Pelabuhan Tanjung Perak

PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus mengoptimalkan transformasi operasional di Terminal Jamrud Nilam Mirah yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak,

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
RUDI SALAM/TRIBUN TIMUR
Karyawan sedang bekerja di integrated planning and control room Terminal Jamrud Nilam Mirah yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Selasa (6/2/2024). PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus mengoptimalkan transformasi operasional di Terminal Jamrud Nilam Mirah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SURABAYA - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus mengoptimalkan transformasi operasional di Terminal Jamrud Nilam Mirah yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Hal itu dilakukan subholding Pelindo yang bergerak pada kepelabuhanan di bidang operasi terminal multipurpose, untuk menghadirkan layanan terbaik.

Branch Terminal Jamrud Nilam Mirah sendiri terdiri dari tiga terminal, yakni Jamrud, Nilam, dan Mirah.

Terminal Jamrud merupakan terminal multipurpose yang melayani curah kering, curah cair, kargo, serta petikemas.

Lalu Terminal Nilam merupakan terminal multipurpose serta memiliki dedicated terminal curah cair.

Kemudian Terminal Mirah merupakan terminal multipurpose.

Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto mengatakan, Terminal Jamrud Nilam Mirah merupakan bagian penting logistik Indonesia bagian tengah dan timur.

“(Terminal Jamrud Nilam Mirah) ini menjadi pendukung utama konektivitas Indonesia tengah dan Timur,” katanya, dalam media gathering di Surabaya, Selasa (6/2/2024).

Untuk menjawab segala tantangan dalam operasional, SPMT pun melakukan transformasi operasi dengan mengacu enam pilar.

Yakni business process, human resources, technology, equipment, infrastructure, dan HSSE.

Business process dilakukan dengan implementasi berbasis planning dan control.

Lalu teknologi dilakukan dengan perubahan sistem operasi dari Gen-C menjadi Port Terminal Operating System Multipurpose atau PTOS-M.

Kemudian equipment dilakukan dengan peningkatan utilisasi dan ketersediaan alat bongkar muat, termasuk sertifikasi alat layak operasi.

Ada juga human resources dengan pelaksanaan training fundamental operation NPK, training planning dan control, serta sertifikasi operator melalui sertifikat izin operator atau SIO.

Selanjutnya infrastructure dengan pembangunan integrated planning and control room yang menjadi pusat kontrol dan perencanaan operasi.

Serta HSSE berupa pemasangan rambu marka jalan, sertifikasi keselamatan, dan peningkatan awareness K3 di lingkungan kerja.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved