Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Propam Periksa Oknum Polisi Bulukumba yang Halangi Jurnalis saat Meliput Surat Suara di KPU

Menurutnya, terjadi miskomunikasi antara anggotanya dan jurnalis yang hendak melaksanakan peliputan.

Penulis: Ardiansyah Safnas | Editor: Saldy Irawan
Istimewa via Kompas.com
Ilustrasi polisi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Kapolres Bulukumba AKBP Andi Erma Suryono telah mengambil tindakan tegas terhadap salah satu anggotanya, Aipda Azhar, yang melakukan pelanggaran dengan menghalangi jurnalis saat melakukan peliputan surat suara beberapa waktu lalu.

Aipda Azhar telah ditarik dari tugasnya sebagai pengamanan di Gudang Logistik KPU Bulukumba.

"Yang bersangkutan saya tidak libatkan di pengamanan KPU, ini adalah bentuk evaluasi," ungkap AKBP Andi Erma Suryono kepada awak media pada Senin (15/1/2024).

Mantan Kapolres Jeneponto ini mengakui Unit Propam dan Paminal telah memeriksa Aipda Azhar.

Menurutnya, terjadi miskomunikasi antara anggotanya dan jurnalis yang hendak melaksanakan peliputan.

Baca juga: Mantan Bupati Bulukumba Diduga Dalangi Bagi-bagi Amplop Caleg DPR RI, Eks Wabup Protes

"Saya sudah perintahkan Propam dan internal kita untuk melakukan pulbaket, mencari ketenangan, dan klarifikasi dengan yang bersangkutan," jelasnya.

Ketua KPU Bulukumba, Asbar, menjelaskan bahwa tidak ada pelarangan kegiatan jurnalistik di gudang logistik KPU.

Menurutnya, insiden tersebut hanya miskomunikasi antara jurnalis dan petugas keamanan.

"Kami sama sekali tidak menutup informasi. Apapun yang teman-teman media butuhkan, kami selalu sampaikan itu secara gamblang," kata Asbar.

Terkait insiden sebelumnya, Asbar mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polres Bulukumba.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak Polres Bulukumba, dan kami berharap ke depan tidak ada lagi miskomunikasi yang terjadi," ungkapnya.

Asbar menambahkan bahwa KPU Bulukumba terus berupaya bekerja secara transparan dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu mendatang.

"Suksesnya Pemilu itu tidak terlepas dari bagaimana partisipasi masyarakat, kualitas Pemilu itu ideal dan jujur. Makanya media itu menjadi unsur yang sangat penting untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang ideal," kata Asbar.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved