Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Menang di Kandang, PSM Makassar Harus Curi Poin di Markas Lawan Jika Ingin Back to Back Juara Liga 1

Peluang juara terbuka asalkan PSM Makassar mampu menembus peringkat empat besar klasemen akhir.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Lili
Sisa jadwal pertandingan PSM Makassar di Liga 1 2023-2024 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar masih berpeluang back to back juara Liga 1 musim 2023 / 2024.

Namun tak mudah bagi PSM Makassar mempertahankan gelar juara Liga 1 musim ini.

PSM Makassar berada posisi ke-11 hingga pekan ke-23 Liga 1 musim 2023 / 2024.

Pasukan Bernardo Tavares harus menganggap semua laga adalah final. 

Peluang juara terbuka asalkan PSM Makassar mampu menembus peringkat empat besar klasemen akhir.

Baca juga: PSM Makassar dan Persik Kediri Disanksi Komdis PSSI Buntut Kericuhan Pekan ke-23 Liga 1

Lantaran posisi empat merupakan batas masuk Championship Series. 

Poin dimiliki sekarang berjarak 9 poin dengan PSIS Semarang.

PSM Makassar diuntungkan dengan banyak laga kandang.

Ada tujuh pertandingan berstatus sebagai tuan rumah. 

Jika laga kandang disapu bersih dengan kemenangan, maka dapat tambahan 21 poin.

Untuk empat laga tandang, tim berjuluk Pasukan Ramang tak boleh kehilangan poin. 

Jika mampu menang akan dapat tambahan 12 poin.

Namun jika imbang, maka poin dikumpulkan hanya empat.

Jumlah 29 poin PSM Makassar sekarang ditambahkan dengan 33 poin dari 11 sisa laga jika dimenangkan,  maka Juku Eja akan menutup musim dengan 62 poin. 

Namun jika 29 poin tersebut ditambahkan dari  hasil menang kandang dan seri tandang dengan koleksi 25 poin, PSM Makassar minimal bukukan 54 poin. 

Jumlah poin maksimal 62 dan minimal 54 poin itu dinilai bisa membuat klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini finish di peringkat empat. 

Sebab, rata-rata klub yang finish di peringkat empat klasemen sejak 2017 hingga 2022-2023 hanya kumpulkan 52-65 poin.

Baca juga: Pemain PSM Makassar Yakob Sayuri Berpeluang Geser Posisi Asnawi Mangkualam di Timnas Indonesia

Apalagi, persaingan di klasemen sekarang ini sangat sengit.

Setiap tim bisa saling mengalahkan setiap pekannya.

Serta selalu ada pergeseran posisi yang terjadi di klasemen.

Pengamat Sepak Bola, Assegaf Razak mengatakan, PSM Makassar perlu meningkatkan performa jika ingin menembus empat besar. 

Tentunya setiap pertandingan harus dimaksimalkan.

Sebagai juara bertahan, penggawa PSM Makassar dituntut bekerja keras.

Alasannya, tim lawan punya motivasi berlipat ganda. 

“Kalau mau di posisi empat harus mempersiapkan tim. Poin penuh diraih di setiap laga. Memang berat, tapi di sepak bola tidak ada  yang tidak mungkin,” katanya saat dihubungi melalui telepon Senin (8/1/2024).

Assegaf optimis hal ini bisa terwujud asalkan jeda kompetisi saat ini dimanfaatkan dengan baik untuk berbenah.

Mematangkan lagi taktik. Kemudian pelatih dan manajemen memberi semangat serta motivasi kepada M Arfan cs. 

Sejumlah masalah yang ada sebelumnya diharap sudah selesai.

Supaya pemain mengarungi sisa laga bisa bermain atraktif.

Tak lupa tak ada lagi cedera yang menghantui. Ditambah dukungan suporter.

“Sekarang bagaimana persiapkan tim, mental pemain. Manajemen, pelatih dan suporter saling dukung dan harus sejalan semua,”  ucap eks Pelatih PSM Makassar ini. 

Bernardo Tavares Tercepat Raih 100 Poin

Bernardo Tavares mencatatkan namanya sebagai salah satu pelatih tercepat meraih 100 poin di Liga 1

Juru taktik asal Portugal itu telah mengoleksi 100 bersama PSM Makassar hanya dari 53 pertandingan.

Di musim pertamanya, Bernardo Tavares membukukan75 poin dari 34 pertandingan.

Torehan poin tersebut membawa klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) merengkuh gelar juara Liga 1.

Kemudian di musim keduanya, pelatih berusia 43 tahun itu sudah mencatatkan 29 poin dari 23 pertandingan.

Bernardo Tavares bersama PSM Makassar telah membukukan 104 poin dari 47 laga.

Catatan poin Bernardo Tavares ini hanya kalah dari Paul Munster. Pelatih yang baru ditunjuk menukangi Persebaya Surabaya itu membukukan 100 poin dari 52 pertandingan.

Kala itu ia masih melatih Bhayangkara FC.

Selain itu, ada nama Simon Mc Menemy. Pelatih asal Scotlandia itu meraih 100 poin dari 54 pertandingan.

Jumlah ini sama dengan catatan Widodo Cahyono Putro. Selanjutnya ada nama Robert Rene Alberts meraih 100 poin dari 56 pertandingan. 

Terakhir ada nama Stefano Cugurra. Pelatih yang kini menukangi Bali United meraih 100 poin dari 58 pertandingan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved