Headline Tribun Timur
Kapolda: 2024 Sulsel Kondusif
Demikian ditegaskan Andi Rian seusai Jumat Curhat bersama warga Jl WR Supratman, Makassar, Jumat (5/1).
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel), Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi (55), memastikan proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 kondusif.
Mantan Kapolda Kalimantan Selatan tersebut menegaskan tidak ada kabupaten/kota masuk kategori rawan sangat tinggi pada pelaksanaan pileg dan pilpres di Sulsel.
Demikian ditegaskan Andi Rian seusai Jumat Curhat bersama warga Jl WR Supratman, Makassar, Jumat (5/1).
Pendapat berbeda disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel Mardiana Rusli.
Mantan Komisioner KPU Sulsel itu memaparkan tingkat kerawanan pada pelaksanaan Pemilu 2024 di Sulsel.
Berdasarkan data bawaslu, ada tiga kabupaten/kota dengan kategori rawan tinggi, 19 rawan sedang, dan dua rawan rendah.
Meski demikian, Sulsel dalam kategori rawan rendah level provinsi dengan nilai Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) sebesar 10,20 persen.
Pernyataan Andi Rian juga berbeda dengan pernyataan Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso, Kapolda Sulsel sebelumnya.
Setyo Boedi menilai semua daerah di Sulsel rawan. Meski demikian, masih terkendali karena bukan rawan sangat tinggi.
Adapun definisi kerawanan pemilu adalah segala hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu demokratis.
Oleh Bawaslu, ada dua analisis IKP digunakan. Pertama, berdasarkan hasil input data dari bawaslu provinsi dan berdasarkan hasil agregat penghitungan kabupaten/kota.
Penyelenggaraan Pemilu 2024 penyumbang paling tinggi dalam mempengaruhi kerawanan pemilu dengan skor 54,27 persen.
Kemudian diikuti konteks sosial politik dengan skor 46,55 persen, lalu kontestasi dengan skor 40,75 persen, dan partisipasi politik dengan skor 17,23 persen.
Demikian juga pengaruh kerawanan di kabupaten/kota, penyelenggaraan Pemilu 2024 juga menjadi dimensi paling tinggi dalam mempengaruhi kerawanan pemilu dengan skor 42,22 persen.
Selanjutnya, diikuti konteks sosial politik dengan skor 31,13 persen, kemudian kontestasi dengan skor 26,22 persen, dan partisipasi politik dengan skor 3,83 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Headline-Tribun-Timur-edisi-Sabtu-6-Desember-2024.jpg)