Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pesta Tahun Baru Makan Korban

Kondisi Terkini Pria Lamasi Luwu Terkena Petasan Malam Tahun Baru

Lengan kiri Nasril diketahui luka berat akibat ledakan petasan di malam pergantian tahun.

|
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Nasril Patandung (32) pria asal Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Nasril Patandung (32) pria asal Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan harus jalani perawatan akibat insiden ledakan petasan di tangannya.

Lengan kiri Nasril diketahui luka berat akibat ledakan petasan di malam pergantian tahun.

Ia dilarikan ke Rumah Sakit Saerigading, Kota Palopo untuk menjalani operasi karena luka terbuka di lengan kirinya.

Humas RS Sawerigading Bunaiya saat dikonfirmasi mengaku, keadaan pasien sudah menjalani operasi.

"Pasien atas Nasril masuk di ruang perawatan 03.50 Wita. Besoknya, Selasa langsung kita operasi. Operasi dilakukan sekitar pukul 09.00 Wita," jelasnya, Rabu (3/1/2024).

Kata Bunaiya, saat ini pasien sedang mengalami rawatan lanjut untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan korban.

"Alhamdulillah beliau sehat. Saat inj dirawat dineprawatan Cemara. Beliau sudah sadar dan masih suberikan perawatan obat injeksi," terangnya.

Sebelumnya, Kapolsek Lamasi AKP Yunus Mangiwa menerangkan, insiden itu terjadi akibat petasan yang dipegang korban gagal meledak di udara.

Ledakan petasan itu malah mengenai tangan korban dan berefek luka berat pada kedua jari korban.

"Mau rayakan tahun baru dengan membakar petasan. Tetapi bubuk petasan yang korban bakar ini tidak meledak di udara. Malah meledak di tangan korban," jelasnya, Senin (1/1/2024).

Kata AKP Yunus Mangiwa, saat itu korhan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Namun, karena keterbatasan alat, Nasril dilarikan ke Rumah Sakit di Kota Palopo.

"Karena keterbatasan alat, jadi korban dirujuk ke Rumah Sakit Rampoang, Kota Palopo untuk mendapat perawatan," ujarnya.

Setelah insden itu terjadi, Yunus meminta agar para orangtua melarang anaknya untuk bermain petasan agar menghindari peristiwa serupa.

"Saya rasa ini jadi pengalaman. Dan khsuus bagi orangtua, tolong diawasi anak ta agar tidak bermain petasan yang bisa membahayakan nyawa anak kita," harapnya.

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved