Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Keindonesiaan

Satu Dekade Berwakaf

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan Harian “Tribun Timur” Makassar. dan juga terima kasih kepada para pembaca.

Editor: Sudirman
dok pribadi
Anwar Arifin AndiPate Guru Besar Bidang Komunikasi Politik 

Oleh: Anwar Arifin AndiPate

Guru Besar Komunikasi

“ALHAMDULILLAH”, Kolom Keindonesiaan ini telah mengunjungi pembaca sebanyak 480 kali, selama satu dekade (10 tahun).

Kolom ini terbit pertama kali 02 Januari 2014 dan berakhir hari ini, 28 Desember 2023.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan Harian “Tribun Timur” Makassar. dan juga terima kasih kepada para pembaca.

Penulis juga mohon maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan dan kelifan.

Selama satu dekade penulis berinfak dan berwakaf gagasan dan ilmu yang berwawasan keindonesiaan Semoga Allah SWT meridhai-Nya dan mencatat-Nya sebagai amal saleh.

Bagi pihak yang ingin menyimak lagi gagasan yang pernah ada, maka dapat dibaca pada tulisan-tulisan yang dihimpun dalam dua buku.

Pertama, buku ke-50 penulis berjudul, “Pengindonesiaan Demokrasi - Tantangan Tanpa Akhir” (Penerbit Khalifah Rekatama Jakarta, ISBN, 2015, 202 halaman).

Kedua, buku ke-56 penulis, berjudul, “Pergulatan Pemikiran Keindonesian”, (Penerbit Nufa Citra Mandiri Jakarta, ISBN,2018, 444 halaman).

Khusus substansi tentang keislaman, dapat juga dibaca dalam buku ke-60 penulis, berjudul, “Pergulatan Pemikiran Keislaman dan Keindone-siaan”. (Penerbit Nufa Citra Mandiri Jakarta, ISBN, 2021, 454 halaman).

Sedangkan isi kolom keindonesian yang pertama (02 Januari 2014) penulis sajikan berikut, sebagai kenangan manis.

“Mengefektifkan Demokrasi”

Merespons pandangan dan usul teman-teman terutama Bung Ishak Ngeljaratan (02 Desember 2013), kolom ini hadir pada harian “Tribun Timur” mulai hari ini (02 Januari 2014), sebagai upaya menyegarkan gagasan-gagasan yang berwawasan keindonesiaan.

Tahun 2014 ini dikenal sebagai tahun politik, karena ada “pesta demokrasi” dalam bentuk pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung.

Akan terjadi juga pemilihan Anggota DPR, DPRD dan DPD, pada tanggal 09 April 2014.

Jika tak terjadi perubahan, pemilu legislatif itu disusul oleh pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Akan terjadi sirkulasi elite Indonesia.

Pemilu tahun ini menggunakan sistem proporsional terbuka, yang merupakan suatu varian yang unik, karena selain terjadi pertarungan antar-partai, juga terjadi pertarungan antar-calon legislatif dalam satu partai berdasarkan suara terbanyak.

Sistem itu telah mendorong terjadinya kampanye partai dan kampanye “orang memperebut kekuasaan” secara terbuka di ruang publik yang menimbulkkan implikasi sosial, politik, ekonomi, hukum, dan agama yang kompleks.

Muncul fenomena baru,” pasar gelap politik” dan “politik transaksional” yang sarat dengan “politik uang” yang terjadi atas nama individu.

Sosialisasi politik dan komunikasi politik yang tidak maksimal dan tidak efektif mendorong juga lahirnya mentalitas “menerobos” atau “mentalitas instant” dalam berbagai modus terutama terjadinya perilaku kandidat “membeli suara rakyat” dalam sistem politik demokrasi yang semakin liberal.

Selain adanya kebebasan sipil dan politik yang relatif baik, ternyata liberalisasi demokrasi dalam era reformasi juga belum efektif.

Hal itu tercermin pada indeks negara gagal “(failed state indeks)” tahun 2010 yang menempatkan Indonesia pada posisi ke 61 di bawah Zimbawe dari 177 negara pelaksana demokrasi yang disurvei……….dst.

Itulah sebagian dari isi Kolom Keindonesiaan yang pertama (02-1-2014).

Semoga Pimpinan “Tribun Timur” dan pembaca, mengikhlaskan berakhirnya Kolom Keindonesiaan ini mulai Januari 2024.

Selamat Tahun Baru 01 Januari 2024.

Semoga Tuhan YME selalu bersama kita. Aamiin.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved