Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2024

Syafruddin Kambo dan Jusuf Kalla Beda Pendapat Soal Dukungan di Pilpres, Sama-sama Tegas

Alasan lain, kata mantan Wakapolri (2016-2018) itu, karena statusnya sebagai jenderal purnawiran polisi."Sikap saya ini juga penting bagi Polri,"

|
Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin Kambo dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) beda pendapat soal keputusan politiknya di Pilpres 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin Kambo dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) beda pendapat soal keputusan politiknya di Pilpres 2024.

Selain mantan Wapres, Jusuf Kalla juga menjabat Ketua Umum DMI dan Ketua Umum Palang Merah Indonesi (PMI).

JK sudah menentukan sosok calon presiden-wakil presiden yang didukungnya di Pilpres 2024.

Jusuf Kalla ternyata menolak rayuan Ganjar Pranowo capres usungan Megawati untuk didukung.

Ketua Harian DMI Komisaris Jenderal Pol (Purn) Syafruddin Kambo menyatakan sikap netral dan tidak mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Netralitas dan marwah pengurus masjid harus dijaga. Itu sikap politik pribadi Pak JK." ujarnya.

Alasan lain, kata Wakapolri (2016-2018) itu, karena statusnya sebagai jenderal purnawiran polisi.

"Sikap saya ini juga penting karena saya purnawiran polisi." ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Syafruddin menjawab wartawan menyusul sikap JK yang melabuhkan dukungan politiknya kepada pasangan Anies Muhaimin (AMIN).

Baca juga: Beda dengan JK, Ketua Harian DMI Syafruddin Kambo Ungkap Alasan Memilih Netral dalam Pilpres 2024

“Saya menghargai arah politik Pak JK. Itu sikap pribadi dan hak konstitusional beliau. Jadi tidak terkait dengan DMI. Saya sendiri memilih bersikap netral. Sebagai Wakil Ketua Umum dan Ketua Harian, saya berupayan menjaga netralitas DMI,” kata Syafruddin kepada awak media, di Jakarta, Rabu pagi (20/12/2023).

Syafruddin pernah menjabat tiga tahun sebagai ajudan wapres Jusuf Kalla (2005-2009).

Dia mengaku memiliki kedekatan personal dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Capres Prabowo Subianto dan Capres Anies Baswedan.

“Secara pribadi saya punya hubungan baik dengan Bu Mega, Pak Prabowo, dan Pak Anies. Saya akan tetap menjalin silaturahim dan terus menjaga hubungan baik itu. Tapi untuk sikap politik saya memilih netral dan menjamin DMI tidak diseret ke kancah politik,” ungkap Syafruddin.

JK Dukung AMIN

Pada Selasa (19/12/2023) malam, JK menjatuhkan pilihan politiknya kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved