Opini
Kelor untuk Kesehatan
Di tanah air, kelor sejak dahulu dikenal dari diksi petatah “dunia tak selebar daun kelor”.
Oleh : Sahwin Permadi Yahya
Magister Ilmu Gizi, Universitas Hasanuddin
Di tanah air, kelor sejak dahulu dikenal dari diksi petatah “dunia tak selebar daun kelor”.
Akan tetapi manfaat kelor saat ini telah tersebar seantero dunia.
Manfaat daun kelor untuk kesehatan memang sudah terkenal sebagai obat herbal.
Daun kelor (Moringa Oleifera) sejak lama digunakan sebagai obat tradisional yang baik untuk mencegah kanker dan menjaga tekanan darah.
Kandungannya yang baik untuk kesehatan seperti antioksidan dan berbagai nutrisi lainnya dimana antioksidan yang ada dalam kandungan daun kelor, antara lain vitamin C, beta karoten, quercetin, dan chlorogenic acid.
Manfaat daun kelor untuk kesehatan memang dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Selain antioksidan, daun kelor juga mengandung vitamin dan mineral, antara lain Vitamin B6, Vitamin B2, Vitamin C, Vitamin A, zat besi, dan Magnesium.
Tidak hanya itu, satu mangkuk daun kelor (sekitar 21 gram) mengandung protein nabati, sebanyak dua (2) gram”.
Sebanyak 100 gram daun kelor kering mengandung protein dua kali lebih tinggi dari yoghurt, vitamin A tujuh kali lebih tinggi dari wortel, kalium tiga kali lebih tinggi dari pisang, kalsium empat kali lebih tinggi dari susu, dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.
Tak hanya zat gizi penting di atas, daun kelor juga mengandung vitamin B6, zat besi, magnesium, serta riboflavin B2.
Daun kelor memiliki efek samping yakni mengandung kadar antinutrien yang tinggi.
Apabila dikonsumsi berlebihan, asupan ini dapat mengurangi penyerapan mineral dan protein.
Untuk mencegah efek negatifnya, Anda disarankan mengonsumsi daun kelor bersama makanan bergizi lain agar kecukupan nutrisi tetap terjaga,.
Kelor sudah digunakan di banyak negara yang menderita malnutrisi, stunting, yang kemudian sudah lepas dari masalah itu.
Kelor diakui WHO dan FAO mampu menangani malnutrisi,” Diantara manfaat daun tersebut bagi kesehatan adalah dapat menurunkan gula darah, juga mengurangi peradangan.
Sejumlah penelitian menunjukkan, manfaat daun kelor efektif menurunkan kadar gula darah.
Para ilmuwan meyakini hal itu berasal dari senyawa antioksidan isothiocyanate dalam daun kelor.
Salah satu studi melibatkan 30 wanita yang mengonsumsi 1,5 sendok teh bubuk daun kelor per hari selama tiga
bulan.
Hasilnya, kadar gula darah puasa mereka turun rata-rata sebesar 13,5 persen.
Studi kecil lainnya melibatkan enam penderita diabetes yang diberi 50 gram daun kelor dalam menu makanannya.
Hasilnya, kadar gula darah mereka dapat turun 21 persen.
Berbeda sekali dengan masyarakat kita dalam pemanfaatan daun kecil dari pohon kelor tersebut.
Pohonnya banyak tumbuh liar di pekarangan rumah yang hanya menjadi pagar batas tanah.
Padahal pohon kelor yang memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan telah dikenal hingga mendunia.
Dari daunnya yang kecil terdapat kandungan protein yang memiliki kandungan zat besi.
“Dari kandungan daun kelor yang merupakan sayuran kaya akan manfaat bagi tubuh, salah satunya dapat mencegah potensi stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak akibat kekurangan gizi”.
Langkah awal yang perlu dilakukan dengan mensosialisasikan kembali manfaat daun remunggai alias kelor di tengah
masyarakat secara masif atau dilakukan edukasi secara utuh dan berkesinambungan.
Pencegahan stunting melalui pemanfaatan fungsi kandungan daun kelor itu merupakan bentuk aksi intervensi sensitif dari sektor hulu.
Yang dapat disampaikan kepada keluarga yang berpotensi berisiko stunting.
Yakni keluarga dengan kelompok remaja, ibu hamil dan ibu pasca melahirkan dan anak bayi dibawah dua tahun (baduta).
Membudayakan Gerakan 3M (Menanam, Memasak dan Mengkonsumsi) daun kelor.
“Mari kita jadikan kelor sebagai kebutuhan untuk kesehatan tubuh”.
Daun kelor juga diketahui punya manfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Sebuah studi menyebutkan konsumsi daun kelor bisa meningkatkan produksi ASI pada hari keempat sampai kelima setelah ibu melahirkan bayi prematur.
Bukan hanya dari kuantitas, konsumsi makanan (biskuit) yang mengandung daun kelor juga dapat meningkatkan kualitas ASi khususnya jumlah protein yang terkandung dalam ASI.
Daun kelor juga punya manfaat kecantikan, khususnya untuk kulit wajah.
Beberapa khasiat daun kelor untuk wajah diantaranya mencegah penuaan dini hingga mengobati jerawat.
Ini karena daun kelor juga punya manfaat antimikroba sehingga dapat membantu mengatasi jerawat.
Minyak alami daun kelor mengandung asam linoleate yang dapat membantu mengobati jerawat secara alami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sahwin-Permadi-Yahya-Magister-Ilmu-Gizi-Universitas-Hasanuddin.jpg)