Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bocah Menangis Tak Dapat Medali

Viral Bocah Tak Dapat Medali Padahal Juara 2 Lomba Renang, Hanya Bisa Menangis Dipelukan Ibu

Egi, bocah menangis tak dapat medali padahal berhasil finish di posisi kedua Popkab Sleman.

Editor: Hasriyani Latif
TikTok/duria.md
Viral di media sosial bocah tak dapat medali padahal juara dua lomba renang di Sleman, Yogyakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Viral di media sosial bocah tak dapat medali padahal juara dua lomba renang di Sleman, Yogyakarta.

Bocah yang bernama Egi itu menunjukkan performa gemilang dalam cabang olahraga renang gaya bebas 100 meter.

Ketika Egi berhasil finish di posisi kedua, banyak yang mengira bahwa dia berhak mendapatkan medali perak sebagai penghargaan atas prestasi luar biasanya.

Namun, ketika pengumuman hasil lomba dilakukan, kebingungan terjadi ketika Egi tidak disebutkan sebagai salah satu penerima medali.

Kekecewaan dan kesedihan terlihat jelas pada ekspresi wajah Egi yang akhirnya menangis di pelukan sang ibu.

Di dalam postingan orang tua Egi, diceritakan jika sang anak bernama Egi mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Sleman cabang olahraga renang 100 meter gaya bebas.

Saat lomba, Egi finish di posisi kedua.

Namun saat pengumuman hasil lomba, Egi tidak mendapatkan medali apapun.

"Anak kami Egi (Ghiyats) baru saja mengikuti lomba Renang POPKAB SLEMAN DIY, pada saat perlombaan Egi (Ghiyats) alhamdulillah berhasil menjadi tercepat kedua di nomer 100M Gaya Bebas. Banyak orang menyaksikan dan mendokumentasikan perlombaan tersebut. Di foto terakhir, anak kami Egi (Ghiyats) No.2," tulis akun TikTok @duria.md.

Orang tua Egi sempat mengajukan protes ke panitia dengan memperlihatkan bukti video.

"Namun tiba2 pas pengumuman hasil Lomba. Egi (Ghiyats) tidak mendapatkan mendali apa2. Kami sempat mengajukan protes dgn mengajukan video hasil rekaman kami. Tpi Panitia tidak mau menerima masukan dan tetap pada keputusannya," tambahnya.

Alhasil orangtua dan Egi pulang dengan hati yang hancur.

Namun masih bersyukur Egi masih mendapatkan medali perunggu dikelas 50 meter gaya bebas.

Ditulis pula di unggahan itu, orangtua Egi berharap agar Pengurus Daerah Aquatik dapat instropeksi dengan membuka mata hati, mendengarkan dan juga menerima kritikan.

Hal tersebut demi pengembangan atlet-atlet olahraga aquatik.

Baca juga: Viral Bocah SD Curhat di Makam Ibunya, Minta Izin Masuk ke Pesantren Doakan sang Mama

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Agung Armawanta mengatakan kontingen Popkab berasal dari kecamatan.

"Jadi yang punya hak mendaftarkan atau tidak itu timnya, officialnya dari kecamatan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Agung Armawanta saat dihubungi kompas.com, Rabu (29/11/2023).

Agung menyampaikan, di olah raga renang pelaksana teknisnya dari cabang Aquatik Kabupaten Sleman.

Kemudian sebelum pelaksanaan lomba, digelar technical meeting.

Menurut Agung, pihak yang diperbolehkan mengajukan protes atau aduan hanya official tim atau ketua kontingen.

Kemudian timer di lomba renang tersebut ada di start dan di finish.

Baca juga: VIRAL Bocah Tabrak Penjual Roti di Pertigaan Bikin Sepeda Patah-patah, Si Bocah Langsung Kabur

Diungkapkan Agung, usai panitia mengumumkan calon juara, kemudian diberikan waktu 5 menit sampai 10 menit jika ada yang mengajukan aduan, tetapi yang mengadukan harus dari ketua kontingen atau official tim.

"Penggunaan video (bukti video orangtua atlet) dari sudut (angle) mananya saya juga belum melihat," ucapnya.

Terkait dengan permasalahan ini, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman akan bertemu dengan orangtua atlet dan pelaksana teknis lomba.

Di dalam pertemuan itu nantinya akan dilakukan konfirmasi dan evaluasi.

"Besok pagi juga akan kami lakukan konfirmasi dan evaluasi antara pelaksana teknis aquatik plus beliau yang bersangkutan," pungkasnya.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved