Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Tata Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Maghrib, Yang Mana Didahulukan?

Allah SWT memberikan kemudahan, pelaksanaan qodho sholat Ashar di waktu Magrib boleh dilakukan.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ABDIWAN
Ilustrasi Sholat - Cara Mengqodho Sholat Ashar di Waktu Maghrib, Yang Mana Didahulukan? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sholat qodho atau Salat Qadha (bahasa Arab: صلاة القضاء) adalah salat yang dikerjakan diluar waktu-waktu salat yang telah ditentukan.

Sholat qodho adalah salat yang dikerjakan sebagai sholat pengganti dari sholat yang tidak dikerjakan pada waktunya atau dikerjakan diwaktu lalu tapi tidak sah.

Ulama fiqih menyatakan bahwa kewajiban sholat tidak boleh ditinggalkan sama sekali tanpa uzur.

Karenanya sholat yang ditinggalkan harus dilaksanakan di waktu lain (qodho).

Seperti sholat dzuhur dikerjakan di waktu ashar.

Atau Sholat Ashar di waktu maghrib.

Khazanah Islam kali ini membahas tentang cara mengqodho sholat Ashar di waktu Magrib.

Namun terkadang ada yang bingung, sholat apa yang didahulukan.

Sholat Ashar merupakan ibadah wajib dan termasuk dalam dosa besar apabila meninggalkannya dengan sengaja.

Namun, apabila Anda tidak sengaja melewatkannya lantaran tertidur, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian tertidur dari shalat atau ia lupa dari sholat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya): Kerjakanlah shalat ketika ingat.” (HR. Muslim, no. 684).

Allah SWT memberikan kemudahan bagi umat Muslim yang tidak sengaja melewatkan waktu sholat karena tertidur dengan adanya kewajiban baginya untuk mengqodho sholat tersebut ketika ingat.

Mengqodho sholat fardhu yang ditinggalkan adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim.

Lalu bagaimana cara qoho sholat Ashar di waktu Maghrib?

Tata Cara Qodho Sholat Ashar di waktu Maghrib

Tata cara mengqodho Sholat sama saja dengan cara melaksanakan Sholat Fardhu tersebut.

Contohnya Sholat Ashar, maka dikerjakan empat rakaat seperti di luar qodha.

Pelaksanaan qodho sholat Ashar di waktu Maghrib boleh dilakukan dengan menjalankan sholat Ashar empat rakaat terlebih dahulu.

Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib tiga rakaat.

Baca juga: Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar, Lengkap Tata Cara Mengerjakannya

Niat Qodho Sholat Ashar

Perlu diketahui, niat sholat qodho sedikit berbeda dengan pelafalan niat sholat wajib.

Berikut bacaan niat qodho sholat Ashar di waktu Maghrib

أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Latin: Ushollii fardho asri arba’a rakaatin mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya berniat mengqodho sholat fardu asar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.”

Adapun cara pelaksanaan selengkapnya sebagai berikut:

Melafazkan niat

Rakaat Pertama

Takbiratur ikhram

- Membaca doa iftitah

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an tertentu

Ruku disertai tuma'ninah lalu membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

subhana rabbiyal azimi wabi hamdih

Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.

I'tidal dengan tumakninah lalu membaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami Allahu liman hamidah

Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Rabbana walakal hamdu

Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian

Sujud dengan tumakninah lalu membaca

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“

Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya:, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Sujud kedua lalu membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.“

Berdiri lagi

Rakaat Kedua

Membaca Al Fatihah

Membaca Ayat Al Quran

Ruku disertai tuma'ninah

I'tidal

Sujud

Duduk di antara dua sujud

Sujud Kedua

Duduk tasyahud (tahiyat) awal

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ

الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi”

Artinya, “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad).

Baca juga: Cara Jamak Sholat Dzuhur dan Ashar, Lengkap Bacaan Niat hingga Syarat Jamak Sholat

Berdiri lagi

Rakaat Ketiga

Membaca Al Fatihah

Ruku disertai tuma'ninah

I'tidal

Sujud

Duduk di antara dua sujud

Sujud Kedua

Berdiri lagi

Rakaat Keempat

Membaca Al Fatihah

Ruku disertai tuma'ninah

I'tidal

Sujud

Duduk di antara dua sujud

Duduk tasyahud (tahiyyat) akhir.

Berikut bacaan Tasyahud Akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.

Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.

Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim.

Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.”

Artinya:

“Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh.

Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

“Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved