Dulu Merugi 400 Juta Dollar, Mengapa Perusahaan Jusuf Kalla Tetap Eksis : Bisa Bertahan 100 Tahun
Berikut cerita lengkap Jusuf Kalla terkait jatuh bangunnya Kalla Group yang merupakan salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia saat ini.
Meskipun perusahaan telah menginvestasikan sekitar USD 400 juta untuk mengembangkan jaringan kabel hingga mencakup wilayah Indonesia Timur.
"Mendekati tahun 2000 sudah mulai muncul handphone. Saya sudah dikasi tahu ini bahaya, ini kesalahan saya, masa kita tinggalkan Indonesia timur, masa berhenti beroperasi, akhirnya (bisnis) telepon mati," ungkapnya.
"Investasi USD 400 juta habis, orang tidak pake (telepon) lagi, tapi ada hikmahnya, teknologi paling cepat berubah adalah komunikasi, begitu berubah, habis kabel-kabel yang kita pasang tidak ada gunanya," sambungnya.
Meskipun menghadapi kegagalan di sektor telekomunikasi, JK dan saudaranya tetap berpikir tentang bisnis baru yang memiliki peluang dan keberlanjutan hingga 100 tahun ke depan.
Akhirnya, JK memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menanamkan investasi saham di PT PLN..
"Setelah diskusi, kita ambil kesimpulan, listrik air, pakai teknologi, investasi besar tapi hasilnya tidak perlu banyak biaya. Bisa bertahan 100 tahun kenapa? Karena mungkin belum ada listrik wireless," ujarnya.
"Yang mengalahkan tadi kabel-kabel yang kita pasang adalah wireless. Kita pasang kabel, tiba-tiba orang pakai telepon yang tidak pakai kabel. Kita bangunan lah listrik dan alhamdulilah jalan," bebernya.
Dalam forum MLS ini, JK berharap agar SDM di Sulawesi bisa melihat peluang besar di masa mendatang.
Ia sangat menginginkan jika pengusaha-pengusaha ternama lahir dari tanah Sulawesi.
"Dari semua pemikiran kita tentang kepemimpinan harus dipraktekkan, bukan hanya didengarkan. Tujuan akhir dari pertemuan ini spirit untuk maju," harapnya.
Sejarah Kalla Group
Hadji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla memulai bisnis di bidang perdagangan tekstil, yang kemudian meluas ke bidang transportasi dengan menyediakan bus antar kota, Cahaya Bone.
NV Hadji Kalla Trading Company didirikan pada tahun 1952.
Tahun 1967, Hadji Kalla menyerahkan kepemimpinan bisnisnya ke Jusuf Kalla.
Perusahaan mulai menjadi importir Toyota dan menjadi salah satu Founder Dealer Toyota di Indonesia serta meraih pangsa pasar tertinggi di Indonesia.
Gandeng Komunitas Samaturu EduCircle, YBM PLN UIP3B Sulawesi Perkuat Literasi & Pendidikan di Sinjai |
![]() |
---|
PLN UIP3B Sulawesi Dorong Pendidikan dan Literasi Digital Desa Arabika Sinjai |
![]() |
---|
PLN UIP3B Sulawesi Gencar Edukasi Bahaya Layang-layang Dekat Jaringan Listrik |
![]() |
---|
Kolaborasi PLN dan Kejati Sulteng Dorong Pembangunan Listrik Berkelanjutan di Sulawesi Tengah |
![]() |
---|
Sinergi Wujudkan Energi Berkeadilan, PLN dan Pemprov Sultra Gelar Diseminasi RUPTL 2025–2034 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.