Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suwardi Haseng Diusung Calon Bupati Soppeng, Andi Kaswadi: Apa Kontribusinya untuk Golkar?

Adapun Suwardi Haseng yang merupakan anggota DPRD Sulsel, namanya masuk deretan 35 balon kepala daerah di Sulsel.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Tribun Timur
Kolase Suwardi Haseng crazy rich Sulawesi Selatan dan raja SPBU dan Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak menyoalkan keputusan DPP Golkar yang mengusung Suwardi Haseng maju bertarung di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.

Adapun Suwardi Haseng yang merupakan anggota DPRD Sulsel, namanya masuk deretan 35 balon kepala daerah di Sulsel.

Bahkan, DPP Golkar telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) berdasarkan hasil penjaringan dan diusung oleh DPD I Golkar Sulsel.

Keputusan ini mendapat penolakan dari Andi Kaswadi Razak lantaran Suwardi Haseng masuk bursa calon Bupati Soppeng.

Alasannya, selama ini Suwardi Haseng tak pernah memberikan kontribusi nyata terhadap partai.

Dia memandang, Suwardi Haseng selama ini hanya memanfaatkan Golkar, tanpa ada timbal baliknya.

"Sejak saya menjadi Ketua DPD II, tidak pernah itu nama yang dimaksud berkontribusi kepada partai. Dia tidak pernah mengikuti kegiatan partai di Golkar sejak menjadi anggota DPRD provinsi," kata Andi Kaswadi Razak di Hotel Claro Makassar, Jumat (24/11/2023) malam.

Di samping itu, Bupati Soppeng dua periode itu mengaku, Suwardi Haseng tidak pernah juga melibatkan kader-kader DPD II dalam agendanya.

Seperti kegiatan-kegiatan reses dan belum pernah memunculkan batang hidungnya di Kantor DPD II Golkar Soppeng.

"Tidak pernah dia ke kantor Golkar Soppeng. Artinya dia tidak mau membesarkan partai. Dan dengan mudahnya diusulkan oleh Golkar," kata Andi Kaswadi.

Terkait daftar nama-nama yang diputuskan, Andi Kaswadi lantas mempertanyakan mekanisme yang dipakai DPD I Golkar Sulsel, sehingga muncul nama-nama itu.

Sebab, Andi Kaswadi baru mengetahui adanya usulan balon Bupati Soppeng melalui informasi-informasi media massa.

Andi Kaswadi menyebutkan, mestinya DPD I Golkar Sulsel di bawah komando Taufan Pawe meminta pertimbangan kepada DPD II Golkar Soppeng, sebelum mengambil keputusan.

Apalagi, sebagai Ketua Golkar Soppeng, Andi Kaswadi paham betul terkait wilayahnya dan tokoh-tokoh yang berpotensi bakal didorong.

"Saya sangat menyesalkan itu. Bukan cuma sekali, tapi seribu kali penyesalan. Saya ini benteng terkahir Partai Golkar. Saya ini tidak mau ada orang-orang yang seenaknya memanfaatkan Partai Golkar. Bagi saya, kurang ajar namanya itu," ungkapnya.

"Ukurannya kan DPD II? Kita sebagai tuan rumah, tiba-tiba ada kejadian seperti itu, lantas kita tidak tahu. Ini kan harga diri," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan DPD I sama sekali tidak punya hak mengusulkan nama-nama figur calon kepala daerah tanpa meminta mekanisme yang ada di DPD II.

"Ini bukan tukang sapu yang mau diusulkan jadi cleaning service, tapi ini adalah kepala daerah yang bertanggung jawab yang mana nantinya diberi kepercayaan. Jangan merusak nama Partai Golkar dan semua orang, jangan coba-coba memanfaatkan Partai Golkar. Bagi saya itu kurang ajar dan saya siap lawan," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved