Nasib Pertashop di Sulsel
Disebut Mati Suri, 4 Saran Pengamat Ekonomi Unismuh Agar Pertashop ‘Kembali Hidup’ di Sulsel
Keberadaan Pertamina Shop (Pertashop) di Sulawesi Selatan (Sulsel) seakan ‘mati suri’.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keberadaan Pertamina Shop (Pertashop) di Sulawesi Selatan (Sulsel) seakan ‘mati suri’.
Pertashop adalah outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya.
Pertashop mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.
Banyak pengusaha gulung tikar meski mereka sudah mengeluarkan banyak biaya untuk program Pertamina tersebut.
Di Sulsel, keberadaan Pertashop dulunya sangat mudah dijumpai.
Namun kini, banyak pengusaha yang mengalami kesulitan atau menghentikan usahanya.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Abdul Muttalib mengatakan, masalah Pertashop memerlukan perhatian dari berbagai pihak.
“Ini bisa menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari pihak terkait, termasuk Pertamina,” katanya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (11/11/2023).
Abdul Muttalib menyarankan beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan eksistensi Pertashop.
Pertama, evaluasi program.
Menurutnya, Pertamina perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Pertashop, mengidentifikasi kendala dan masalah yang dihadapi oleh pengusaha.
“Ini dapat mencakup tinjauan ulang aturan, persyaratan, dan dukungan yang diberikan kepada pemilik Pertashop,” katanya.
Kedua, pengawasan dan dukungan.
Ia menilai bahwa Pertamina perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan dukungan yang lebih efektif kepada pemilik Pertashop.
Menurutnya, pelatihan, bantuan operasional, atau strategi pemasaran yang lebih kuat dapat membantu pengusaha memahami dan mengelola bisnis mereka lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Muttalib-11-nov.jpg)