Pilkades Ricuh di Bantaeng
Penyebab Pilkades Bontorannu Bantaeng Ricuh, Alat e-Voting Sampai Dibanting
Warga yang memilih calon dikehendakinya namun pada layar e-Voting malah tertera calon lain.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBANTAENG.COM, ULUERE - Terungkap penyebab kericuhan pada pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Bontorannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Rupanya kericuhan dipicu alat e-Voting.
Alat itu berfungsi untuk mengeluarkan struk hasil pilihan warga.
"(Warga) minta dibuka itu e-Voting tapi nda bisa," ujar Kadis PMD Bantaeng, Hariyanto, Selasa (31/10/2023).
Informasi yang dihimpun, warga yang memilih calon dikehendakinya pada layar e-Voting malah tertera calon lain.
Hal tersebut yang memicu kericuhan.
Bahkan, momen keributan itu terekam kamera warga dan viral.
Haryanto mengaku, hasil pilihan warga pada alat e-Voting tetap sesuai dengan struk yang keluar.
"Karena terdesak situasi darurat dipaksa BPD untuk menghitung, samaji juga (hasilnya)," tuturnya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/10/2023) sekitar pukul 16.30 Wita pasca pilkades.
Berdasarkan video yang beredar, tampak beberapa orang pria bersitegang di tengah kerumunan warga.
Tak hanya itu, alat e-Voting yang digunakan untuk memilih cakades rusak usai dibanting.(*)
Laporan Kontributor Tribun-Timur.com, Muh Agung Putra Pratama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Struk-hasil-pilihan-calon-di-Pilkades-Bontorannu-Bantaeng-jadi-penyebab-kericuhan.jpg)