Ditanya Mahasiswa Mengenai Putusan MK, Komisioner KPU Sulsel Romi Harminto: Kami Bukan Komentator
“Saya diundang ke sini sebagai komisioner KPU Sulsel, Kami tidak punya kewenangan mengomentari hal itu,” tegas Romi.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisioner KPU Sulsel Romi Harminto menolak menjawab pertanyaan terkait keputusan terbaru MK.
“Kami di KPU adalah pelaksana regulasi, bukan komentator,” tegas Romi dalam
Dialog Demokrasi Forum Pemerhati Anak Bangsa (Forpemnas) “Bicara (Bincang Cerita) Partisipasi Mahasiswa dan Pemuda dalam Menjaga Marwah Demokrasi di Warkop Bundu, Jl Aroepala, Makassar, Jumat (27/10/2023).
Diskusi dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.
Beberapa kali mahasiswa menanyakan sikap KPU terkait keputusan MK yang memberi pekang kepada putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden.
Namun, Romi menolak menjawab dan mengomentari pertanyaan tersebut.
“Saya diundang ke sini sebagai komisioner KPU Sulsel, Kami tidak punya kewenangan mengomentari hal itu,” tegas Romi.
Narasumber lain, Kapolrestabes Makassar Mokhammad Ngajib SIK MH yang diwakili Kanit Intelkam Polrestabes Makassar Kompol Muh Ramadhani Kamal SPd MM, Komisioner KPU Sulsel Romi Harminto, Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur AS Kambie, Direktur Saoraja institut Amul Hikma Budiman, dan Ketua DPP Simposium Sulawesi Selatan Zulfikar.
Kegiatan Bicara (Bincang Cerita) ini berlangsung dari pukul 14.30 WITA sampai 17.00 WITA.
“Kehadiran polisi di tengah kita saat ini. Kehadiran dan kebersamaan polisi dengan aktivis membahas isu seperti ini, bisa terjadi karena demokrasi, karena reformasi. Sebelum reformasi, hal seperti ini mustahil terjadi,” jelas Kompol Dhani, sapaan Muh Ramdhani.
Ketua Umum DPP FORPEMNAS Fajar Muharram mengingatkan pemuda dan mahasiswa harus menyadari posisinya sebagai elemen penting dalam menjaga maruah demokrasi.
“Jika pemuda dan mahasiswa mampu memaksimalkan hal tersebut maka dengan sendirinya sebaik-baik demokrasi akan kita rasakan dalam beberapa aspek kehidupan,” katanya.
Terpisah, Ketua Dewan Penasihat DPP FORPEMNAS Asri Pandu yang jugga mantan Bendahara Umum Badko HMI Sulselbar dan Tenggara menilai bahwa peran mahasiswa untuk mengawal pilar demokrasi sudah sangat kurang.
"Bahkan hampir dikatakan, mahasiswa hari ini sudah tidak mau lagi berfikir tentang situasi bangsa ini," kata Asri Pandu.
Oleh karena itu, melalui forum Bicara (Bincang Cerita), semoga mahasiswa ke depan lebih aktif kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mahasiswa-1.jpg)