Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Viral

PDIP Meradang? Kader Pecatannya Justru Diterima PAN, Kini 'Nyaleg' Lagi

Kabar kader pecatan PDIP maju jadi Caleg lewat Partai Amanat Nasional (PAN) masih jadi perbincangan hangat di masyarakat.

|
Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Cinta Mega (Istimewa) dan capture anggota DPRD diduga main slot (Instagram @warungjurnalis via YouTube Kompas TV). Inilah sosok Cinta Mega, politisi PDIP yang diduga bermain game slot saat rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/7/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabar kader pecatan PDIP maju jadi Caleg lewat Partai Amanat Nasional (PAN) masih jadi perbincangan hangat di masyarakat.

Adalah Cinta Mega, politikus yang dipecat sebagai kader PDIP usai viral bermain gim judi slot saat rapat paripurna DPRD DKI.

Diketahui, Cinta Mega viral saat pernah tepergok bermain judi slot saat sedang rapat paripurna yang membahas anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di gedung DPRD Jakarta, Kamis (20/7/2023).

Usai dipecat, Cinta Mega memilih bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN).

Cinta Mega pun kembali maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD DKI Jakarta pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta Gembong Warsono menyayangkan sikap PAN yang menerima dan mendaftarkan Cinta Mega sebagai calon anggota DPRD DKI pada Pileg 2024.

Seperti diketahui, Cinta Mega sebelumnya dipecat sebagai kader PDI-P buntut dirinya bermain gim judi slot saat rapat paripurna DPRD DKI.

"Ini menandakan PAN mengejar efek elektoral," ujar Gembong saat dikonfirmasi, Senin (9/10/2023).

Tak pentingkan kaderisasi

Menurut Gembong, PAN tidak mementingkan pengaderan yang merupakan salah satu fungsi utama partai politik.

Ia mengatakan, PAN mengesampingkan proses konsolidasi dan proses kaderisasi yang berlaku di partai politik.

Padahal, kata Gembong, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengucurkan dana bantuan parpol dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), salah satunya untuk kaderisasi.

"Itu 60 persen harusnya diperuntukkan untuk kaderisasi agar mencetak kader-kader berkualitas, sehingga nanti kader berkualitas ditugaskan sebagai anggota DPRD dengan kualitas yang baik," kata Gembong.

"Tapi apa yang terjadi hari ini, kita sama-sama saksikan bahwa efek elektoral masih menjadi faktor utama. Kalau bahasa saya, sampai membutakan proses kaderisasi," imbuh dia.

Sebagai informasi, Cinta Mega kembali mendaftarkan diri sebagai caleg DPRD DKI Jakarta pada Pileg 2024.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved