BPS Sulsel
Ekspor Sulsel Naik 8,78 Persen, Nikel Penyumbang Utama
Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Agustus 2023 tercatat mencapai US$ 188,05 juta
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Agustus 2023 tercatat mencapai US$ 188,05 juta.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 8,78 persen bila dibandingkan nilai ekspor Juli 2023 yang mencapai US$ 172,88 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Aryanto, menyebut komoditas utama yang diekspor pada Agustus 2023.
Yaitu nikel, besi dan baja, biji-bijian berminyak, ikan dan udang serta lak, getah dan damar.
“98,23 persen komoditas penyumbang ekspor andilnya cukup besar adalah nikel yang mencapai 56,83 persen,” katanya, saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BPS Sulsel, Senin (2/10/2023).
Sebagian besar ekspor pada Agustus 2023 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Australia, Taiwan dan Amerika Serikat.
Sementara itu, impor Sulsel pada Agustus 2023 mengalami penurunan dibandingkan dengan impor Juli 2023, yakni dari US$ 114,88 juta menjadi US$ 82,93 juta.
“Nilai impor Agustus 2023 mencapai US$ 82,93 juta, turun 27,82 persen dibanding Juli 2023,” kata Aryanto.
Kondisi ini juga menurun jika dibandingkkan Agustus 2022 dengan Agustus 2023, dari US$ 107,1 juta menjadi US$ 82,93 juta.
Komoditas utama yang diimpor pada Agustus 2023 yaitu gandum-ganduman, olahan makanan hewan, gula dan kembang gula, mesin-mesin/pesawat mekanik, san produk keramik.
Sementara sebagian besar impor pada bulan Agustus 2023 berasal dari Australia, Brazil, Argentina, Tiongkok, dan Singapura.
“93 persen komoditas penyumbang impor andilnya cukup besar adalah bahan bakar mineral sebear 24,19 persen,” sebut Aryanto.
Ekspor Sulsel Agustus
Nikel 56,83 persen
Besi dan baja 17,23 persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Aryanto12111111.jpg)