Gawat! 14 Kecamatan Kini Terdampak Krisis Air Bersih di Maros
Meski demikian, penyaluran bantuan air bersih tetap difokuskan pada tiga daerah sebelumnya, karena kondisinya yang paling parah.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Wilayah krisis air bersih di Kabupaten Maros, semakin meluas.
Jika sebelumnya hanya di Kecamatan Lau, Botoa dan Maros Baru, kini hampir seluruh kecamatan di Maros mulai merasakan krisis air bersih.
Demikian yang disampaikan Kepala BPBD Maros, Fadli Kamis (28/9/2023).
“Hampir semua wilayah di Maros sudah masuk kekeringan. Termasuk Mandai, pemerintah setempat sudah melaporkan kalau warganya butuh air bersih,” katanya.
Meski demikian, penyaluran bantuan air bersih tetap difokuskan pada tiga daerah sebelumnya, karena kondisinya yang paling parah.
Makanya, ia mengarahkan pemerintah setempat untuk berkoordinasi dengan badan usaha maupun organisasi yang selama ini bekerjasama dalam menyalurkan air.
“Kami arahkan untuk koordinasi dengan badan usaha maupun organisasi kemasyarakatan yang selama ini ikut menyalurkan air agar bisa membantu warganya,” ucapnya.
Mantan Camat Turikale ini menambahkan pihaknya hanya mampu menyalurkan 6 tangki berisi 3000 liter tiap harinya.
Hingga kini, jumlah yang tersalurkan suda mencapai 200 tangki.
“Penyaluran air bersih dilakukan tiap hari, ada enam tangki yang kami salurkan,” tutupnya.
Penyaluran air bersih dipusatkan kawasan pemukiman warga yang telah ditentukan oleh pemerintah desa atau kelurahan setempat.
“Tempat penyalurannya ditentukan oleh pemerintah setempat, umumnya kawasan pemukiman warga yang memang membutuhkan air bersih,” sebutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-1.jpg)