Penyebab Harga Ikan Laut di Maros Mahal, Pedagang Andalkan Ikan dari Daerah Lain
Angin kencang mengakibatkan nelayan di Maros tak melaut, sehingga pedagang di TPI kesulitan memenuhi stok dagangan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Angin kencang yang melanda daerah pesisir Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan berdampak terhadap harga ikan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang.
Angin kencang mengakibatkan nelayan di Maros tak melaut, sehingga pedagang di TPI kesulitan memenuhi stok dagangan.
Untuk mengantisipasi hal ini, pedagang terpaksa membeli ikan dari daerah lain.
Demikian yang disampaikan Kepala UPTD TPI Labuang, Burhan, Minggu (17/9/2023).
"Kenaikan harga ikan dipicu oleh menipisnya pasokan akibat banyak nelayan yang tak melaut ditengah cuaca ekstrem," katanya.
Burhan mengatakan kenaikan harga ikan ini sudah terjadi selama dua pekan terakhir.
Ia mengatakan para pedagang terpaksa membeli ikan dari nelayan yang ada di daerah, salah satunya di Bulukumba.
“Pedagang tidak dapat ikan dari nelayan lokal. Mereka ambil dari nelayan daerah seperti Bulukumba,” sebutnya.
Saat ini pedagang di TPI Labuang juga terbantu oleh ikan hasil budidaya lokal Maros.
“Masuk sekitar 30 persen itu yang cukup membantu, ada ikan bandeng dan juga nila,” katanya.
Ia menyebut yang mengalami kenaikan hanya ikan laut.
“Sementara ikan tawar itu tidak mengalami kenaikan,” tutupnya.
Salah satu pedagang, Mansur mengatakan saat ini lonjakan harga yang paling terasa yakni ikan banyar dan ikan katamba.
“Semua jenis ikan mengalami kenaikan tapi yang paling tersa kanaikannya itu ikan banyar dan ikan katamba,” imbuhnya
Dengan naiknnya harga ikan, ia mengaku banyak pembeli yang mengeluh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pedagang-ikan-di-TPI-Maros-dan-calon-pembeli.jpg)