Kekeringan Sulsel
BPBD Tetapkan Makassar, Maros, Jeneponto Status Tanggap Darurat Dampak Kekeringan
BPBD menetapkan tiga Kabupaten/Kota status tanggap darurat akibat kekeringan berkepanjangan
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bemcana Daerah (BPBD) menetapkan tiga Kabupaten/Kota di Sulsel status tanggap darurat akibat kekeringan.
Mulai dari Kabupaten Maros, Jeneponto, dan Kota Makassar.
Tiga daerah tersebut sudah hampir dua bulan lamanya tidak di turuni hujan.
Akibatnya kekeringan terjadi di Kabupaten/Kota tersebut.
Kepala BPDB Sulsel, Amson Padolo mengatakan, sudah 45 hari lamanya hujan tidak turun di daerah tersebut.
Dan untuk 21 Kabupaten/Kota lainnya sudah ikut dalam antisipasi dengan status siaga darurat.
"Sementara ini kita lagi memantau semua , tapi ini kan dalam situasi terkendali semua," katanya saat dihubungi, Selasa (12/9/23).
Menurutnya, Makassar masuk dalam kekeringan akibat El Nino.
"Pemkot Makassar sangat antusias dalam memberikan perhatian melalui BPBD Kota Makassar," ungkapnya.
Amson juga menyebut, sudah membantu Kabupaten Maris dalam mengatasi kekeringan di daerahnya.
"Kita sudah menyiapkan satu unit mobilnya untuk pembagian air bersih itu yang bersifat rutin," sebutnya.
Lanjut Amson, dia menjelaskan jika BPDB Sulsel telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal itu berdasarkan arahan dari Pj Gubernur Sulsel.
"Tunggu arahan dari Pak Pj Gubernur untuk bagaimana melakukan teknologi cuaca, nanti kita coba koordinasi kembali dengan BNPB bagaimana," tuturnya.
"Kita juga sementara memantau kondisi awan karena kalau tensi itu ada kelembapan tertentu yang standarnya untuk menurunkan hujan," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Amson-Padolo-mengimbau-kondisi-ini-akan-berlangsung-di-September-dan-Oktober-2023.jpg)