Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cak Imin Vs Yenny Wahid

'Luka Kudeta Tak Kunjung Sembuh', Yenny Wahid Tak Akan Dukung Muhaimin Iskandar Walaupun Sepupu

Luka dari peristiwa kudeta yang dilakukan Muhaimin Iskandar terhadap Gus Dur melalui Muktamar Luar Biasa di Ancol pada tahun 2008 masih menjadi kenang

Editor: Edi Sumardi
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Bakal calon presiden Anies Baswedan dan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar menyapa kepada orang-orang dari lokasi sejarah perobekan bendera Belanda menjadi bendera merah putih di Hotel Yamato Surabaya, Sabtu (2/9/2023). Kehadiran mereka untuk mendeklarasikan diri Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dukungan keluarga Presiden Keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, yang dikenal sebagai Gus Dur, dalam urusan politik telah diambil keputusan jauh sebelumnya.

Keputusan tersebut khususnya mencakup sikap untuk tidak memberikan dukungan kepada siapapun yang berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang lebih dikenal sebagai Cak Imin.

Luka dari peristiwa kudeta yang dilakukan Muhaimin Iskandar terhadap Gus Dur melalui Muktamar Luar Biasa di Ancol pada tahun 2008 masih menjadi kenangan yang terasa.

Berdasarkan laporan dari surat kabar Kompas pada tahun 2008, perselisihan antara kubu Gus Dur dan Cak Imin di PKB dimulai setelah Muktamar 2005.

Pada saat itu, Muhaimin terpilih sebagai Ketua Umum PKB melalui Muktamar, sementara Gus Dur ditetapkan sebagai Ketua Dewan Syura PKB.

Baca juga: Bantah Muhaimin, Yenny Wahid: Cak Imin Tak Sepenuhnya Didukung NU, Kiai Lebih Banyak ke Prabowo

Hal ini menyebabkan munculnya dua kubu di dalam PKB, yaitu kubu Gus Dur dan kubu Muhaimin.

Puncak dari konflik tersebut terjadi pada tahun 2008 ketika Cak Imin mengadakan Muktamar Luar Biasa (MLB) di Ancol.

Hasil keputusan dari MLB tersebut mencabut jabatan Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syura PKB dan mengangkat kembali Muhaimin sebagai Ketua Umum PKB.

Gus Dur mencoba untuk melangsungkan Muktamar Luar Biasa (MLB) yang berlangsung di Parung, Jawa Barat, dan memilih Ali Masykur sebagai Ketua Umum PKB, dengan Yenny Wahid sebagai Sekretaris Jenderal PKB.

Baca juga: Lewati Prabowo, PKS Target Kumpulkan 500 Ribu Peserta Jalan Gembira Anies-Cak Imin di Makassar

Kasus ini kemudian sampai ke pengadilan hingga tingkat kasasi, yang menghasilkan keputusan bahwa kepengurusan PKB yang sah adalah kepengurusan yang dihasilkan dari Muktamar yang diselenggarakan oleh Cak Imin.

Luka dari peristiwa ini tetap terasa dan telah menjadi bagian dari sikap standar keluarga Gus Dur, yaitu bahwa selama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang memimpin, maka tidak akan ada dukungan yang diberikan.

Sempat akan tinggalkan Prabowo

Sikap keluarga Gus Dur ini pernah diungkapkan Yenny Wahid dalam acara Rossi di Kompas TV pada 10 Agustus 2023 lalu.

Ia menyebut jika calon presiden (capres) Partai Gerindra Prabowo Subianto meminang Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres), keluarga Gus Dur siap angkat tangan tak memberi dukungan.

"Ya kita bye-bye, ha ha ha," kata dia.

Batas toleransi dukungan masih diberikan jika Cak Imin hanya menjadi pengusung Prabowo, bukan menjadi pasangan.

"Kalau sebagai sesama pengusung (Prabowo) tidak apa-apa, tapi kalau pendamping lain urusan, agak berat itu," kata dia. Yenny mengatakan, penarikan dukungan kepada Cak Imin sudah pernah dilakukan pengikut Gus Dur saat kudeta PKB yang dilakukan Cak Imin.

Baca juga: Yenny Wahid Putri GusDur Tutup Pintu Maaf untuk Cak Imin, Momen Menyakitkan di 2008 Diungkit

Dia mengatakan, simpatisan Gus Dur justru lebih memilih mendukung Gerindra saat Gus Dur tak lagi memegang kendali PKB yang direbut oleh keponakannya sendiri itu.

"Yang menarik representasi suara NU di PKB justru lebih kecil dibandingkan suara NU di Gerindra. Karena waktu Cak Imin menelantarkan Gus Dur, kita PKB Gus Dur, Cak Imin dengan PKB Cak Imin," kata Yenny.

"PKB Gus Dur mengalihkan suara untuk Gerindra, maka suara Gerindra naik di Jatim 2009, suara PKB Cak Imin turun 70 persen," sambung Yenny.

Tutup pintu dukungan untuk Anies

Sikap keluarga Gus Dur tak berubah meskipun sosok Anies Baswedan sebagai capres dari Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) yang menjadi pasangan Cak Imin dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang.

Dengan tegas Yenny menyebut sikapnya masih sama yaitu tak akan memberikan dukungan kepada Cak Imin dan pasangannya.

"Jadi sudah jelas sekali, ketika wakti itu Cak Imin masih berkoalisi dengan Pak Prabowo, saya sudah menyatakan secara terbuka posisi kami, akan sulit sekali bagi kami mendukung capres yang bersanding dengan orang yang pernah mengkudeta Gus Dur," katanya.

Sebaliknya, dukungan keluarga Gus Dur akan mengalir pada orang selain Cak Imin.

Yenny menyebut masih membangun komunikasi dengan dua sosok capres lainnya yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Dia bahkan menyebut dalam waktu dekat akan agenda pertemuan dengan Prabowo.

Selain menjalankan komunikasi dengan Prabowo, Yenny juga menyebut menjalin komunikasi dengan capres PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo.

Karena kedua capres tersebut masih berpeluang mendapat dukungan dari keluarga Gus Dur untuk saat ini.

"Nanti kedua belah pihak saya terus jalin komunikasi," imbuh dia.(*)

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved