Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anies Baswedan ke Makassar

Lewati Prabowo, PKS Target Kumpulkan 500 Ribu Peserta Jalan Gembira Anies-Cak Imin di Makassar

DPW PKS Sulsel mulai menyusun persiapan menyambut rencana kedatangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Makassar

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Erlan Saputra Tribun Enrekang
Tamsil Linrung, Ketua Panitia Jalan Gembira bersama Anies-Cak Imin, dalam konferensi pers di hadapan awak media di Makassar, Sabtu (9/9/2023) kemarin. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah agenda jalan sehat Prabowo Subianto di Kota Makassar, giliran partai pendukung Anies Baswedan menyiapkan agenda jalan sehat bersama mantan Gubernur DKI Jakarta.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel menargetkan mengumpulkan 500 ribu peserta jalan sehat Anies Baswedan-Muhaiman Iskandar di Kota Makassar.

Target PKS tersebut jika terwujud, maka akan melampaui kemeriahan jalan sehat Prabowo Subianto di Kota Anging Mammiri, Minggu 6 Agustus 2023 sebulan lalu.

Saat itu Jalan Sehat IKA Unhas bertajuk Anti Mager dihadiri 450 ribu peserta.

DPW PKS Sulsel mulai menyusun persiapan menyambut rencana kedatangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Makassar.

Pasalnya, pasangan Capres-Cawapres diundang khusus untuk memeriahkan acara jalan gembira di Kota Makassar pada Minggu (24/9/2023) mendatang.

Agenda jalan gembira direncanakan akan digelar di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar,

Ketua PKS Sulsel, Muhammad Amri Arsyid telah menginstruksikan seluruh pengurus dan kader PKS se-Sulsel, menyukseskan jalan gembira itu.

Amri Arsyid menyampaikan, jalan gembira bersama Anies-Cak Imin menargetkan sebanyak 500 ribu peserta.

"Kita berkumpul disini multipartai dan relawan. Ingin melihat perubahan di Indonesia," ujarnya kepada awak media, Sabtu (9/9/2023).

"Maka dari itu semua elemen yang terlibat harus berperan aktif menyukseskan agenda ini dengan peserta yang membludak," tambahnya.

Selain dihadiri Anies-Cak Imin, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu dan tokoh partai pengusung dikabarkan juga akan hadir.

Ketua panitia pelaksana, H. Tamsil Linrung memastikan kehadiran bacapres dan bacawapres usungan Partai Nasdem, PKS, dan PKB.

Hal itu setelah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu sebelumnya berkomunikasi langsung dengan keduanya.

"Insyallah, Mas Anies dan Cak Imin akan datang di acara jalan gembira itu," katanya.

Menurut Tamsil, acara tersebut sebagai ajang konsolidasi dari seluruh pendukung Anies dan Cak Imin di Pilpres.

"Ini sebagai pembuktian bahwa politik partisipatif itu masih ada," ungkap Tamsil.

"Semua yang akan ikuti kegiatan ini akan memberikan kontribusi untuk dirinya dan orang lain," lanjutnya.

Ia menambahkan, para pendukung yang datang baka membuktikan bahwa mereka siap berjuang memenangkan Anies-Cak Imin di Pilpres 2024 mendatang.

Koalisi Perubahan Bakal Konsolidasi di Makassar

Terpisah, Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syahruddin Alrief mengatakan seluruh partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) akan berkumpul di Tanah Daeng.

"Mudah-mudahan sesuai rencana pak Anies berkunjung ke Sulsel, itu tanggal 24 (September) dalam rangka diundang oleh masyarakat Sulsel," kata Syaharuddin Alrif.

Adapun tiga partai politik ini juga berencana bakal menggelar konsolidasi.

Konsolidasi ini akan membahas soal persiapan strategi pemenangan Anies-Cak Imin di Sulsel.

"Iya, segera. Saya akan melakukan inisiasi, mengundang PKS dan PKB," katanya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengaku bahwa rencana konsolidasi ini akan menghadirkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

"Insyaallah, pasti dibuat itu karena Pak Anies ini diundang oleh sejumlah tokoh masyarakat," ujarnya.

Syahar, nama sapaannya, menyebutkan bahwa rencana kedatangan Anies masih sebatas rencana.

"Nanti kami akan kabarin mengenai jadwal kegiatannya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad menyambut baik rencana kunjungan Anies-Cak Imin.

Ia menambahkan, saat ini dinamika antara Anies dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah dianggap selesai.

Begitupun dengan hengkangnya Cak Imin dari kubu koalisi Prabowo Subianto.

"Soal dinamika itu kita anggap sudah selesai. Kita harus move on karena yang kita mau dorong ini bukan hanya soal Anies, tetapi memperbaiki soal isu memperbaiki keadaan dan isu perubahan," kata Azhar Arsyad.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved