Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mallsampah dan PLN Punagaya Hadirkan Digitalisasi Bank Sampah di Jeneponto, Juga Serahkan Kontainer

Diharapkannya agar kolaborasi seluruh pihak, seperti PLN dan juga Mallsampah terus dijaga dalam pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan.

|
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ina Maharani
handover
launching digitalisasi bank sampah yang dirangkaikan dengan penyerahan dua unit kontainer sampah dari PLN ke Pemkab Jeneponto,berlangsung di Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Selasa (5/9/2023). Kegiatan dihadiri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Manager PLN Nusantara Power UPK Punagaya,Yunan Kurniawan, dan Chief Operating Officer Mallsampah, Hasrul Hasra. 


Makassar, Tribun - Mallsampah bekerja sama dengan PLN Nusantara Power UPK Punagaya dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto menghadirkan program digitalisasi bank sampah di Kabupaten Jeneponto.

Program ini spesial, karena Kabupaten Jeneponto menjadi daerah pertama di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), bahkan di Indonesia, yang mengimplementasikan digitalisasi bank sampah.

Launching digitalisasi bank sampah yang dirangkaikan dengan penyerahan dua unit kontainer sampah dari PLN ke Pemkab Jeneponto, ini, berlangsung di Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Selasa (5/9/2023).

Kegiatan dihadiri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Manager PLN Nusantara Power UPK Punagaya,Yunan Kurniawan, dan Chief Operating Officer Mallsampah, Hasrul Hasra.

Yunan Kurniawan kepada wartawan menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara PLN dan Dinas Lingkungan Hidup Jeneponto dan Mallsampah.

Dipaparkan Yunan, digitalisasi bank sampah ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power UPK Punagaya.

Sebagai tahap awal, sebanyak 15 bank sampah di Bumi Turatea yang akan menerapkan digitalisasi bank sampah.

"Ini kolaborasi yang saling menguntungkan. Jadi lewat digitalisasi bank sampah, kita ciptakan ekosistem terkait pengelolaan sampah dan juga ikut membantu (pemerintah) dari sisi pengelolaan lingkungan," kata Yunan.

“Banyak program TJSL lain yang juga sudah dilaksanakan dan memberikan dampak. Termasuk memberi bantuan kontainer sampah. Digitalisasi bank sampah juga akan memberikan nilai tambah dan ekonomi bagi masyarakat,” paparnya.

Yunan mencontohkan, misalnya masyarakat bisa mengumpulkan bonggol jagung yang akan dibeli PLN sebagai bahan subtitusi bahan bakar atau cofiring PLTU.

Tidak kalah penting, pengelolaan sampah akan lebih tertata dari hulu ke hilir, dan bisa dimonitoring lewat aplikasi.

"Sampah yang dikumpul, semuanya tercatat dalam dashboard. Data itu bisa kita cek, berapa karbon yang berhasil direduksi, bahkan mitra yang terlibat dan partner industri yang mengolah sampah itu," katanya.

Senada, Hasrul menyampaikan banyak manfaat yang dapat dicapai lewat digitalisasi bank sampah.

Utamanya, tentu terkait pengelolaan sampah yang lebih baik dari hulu ke hilir dan upaya menjaga lingkungan yang lebih sehat. Pasalnya, lewat digitalisasi, pihaknya bisa mengukur jumlah karbon yang berhasil direduksi.

“Kedepan kami akan berupaya untuk mengembangkan agar integrasi bank sampah bisa bertambah dari 15 unit,” paparnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved