Headline Tribun Timur
PKB Sulsel 'Instruksikan' Caleg Pasang Foto Amin
PKB Sulsel tancap gas untuk memenangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada kontestasi Pilpres 2024 di Provinsi Sulsel..
"Terakhir kan PKS setia ikut sama Anies. Tetapi belum tahu nanti, komunikasi juga belum intens," tandasnya.
Pengamat Politik Unhas, Dr Adi Suryadi Culla, menilai potensi poros koalisi baru terbuka lebar.
Terlebih, jika PKS, Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sama-sama gabung koalisi.
"Karena tanpa PPP, PDIP bisa mengusung capres sendiri. Begitupun dengan Nasdem dan PKB itu sudah memenuhi syarat tanpa PKS," katanya.
Secara rasional, politik itu dinilai tidak berjalan linear, sangat dinamis dan kapan pun bisa memungkinkan berubah.
Terbukti, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang sebelumnya dibentuk Golkar, PAN, dan PPP kini sudah bubar.
Sementara, PKB yang sebelumnya berlabuh di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) juga sudah hengkang.
"Peristiwa ini pun muncul di Demokrat yang secara politik menunjukkan kekecewaan kepada Nasdem, Demokrat juga mencabut mencabut diri," ujar Adi Suryadi.
Dia menilai bahwa poros koalisi capres saat ini masih memungkinkan bakal bertambah.
"Artinya komposisi empat pasangan capres-cawapres masih bisa terjadi, tetapi kemungkinan menjadi tiga itu jauh lebih terbuka," terangnya.
Terpisah, pengamat politik Unhas, Sukri Tamma, menilai pada dasarnya koalisi terbentuk karena ingin menang.
Sehingga, jika potensi kemenangan berpeluang lewat koalisi baru, maka Demokrat bisa membuat poros baru.
Kondisi ini memberikan warning kepada partai politik, bahwa hitungan mereka tidak berhenti pada syarat meloloskan calon kandidatnya pada 14 Februari.
Namun juga harus mulai berhitung untuk putaran kedua.
"Jika ada tiga poros atau bahkan empat, maka pasti masuk dua putaran," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dewan-Pimpinan-Wilayah-DPW-Partai-Kebangkitan-Bangsa-PKB-Sulawesi.jpg)