Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Deklarasi Anies Muhaimin

Elektabilitas Cak Imin Rendah tapi Motif Anies Baswedan dan Nasdem Pilih Muhaimin Usai 'Buang' AHY

Survei Litbang Kompas periode 27 Juli-7 Agustus 2023, misalnya, merekam elektabilitas Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebesar 0,4 persen.

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN JATIM
Banner pasangan bakal Capres dan Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di area deklarasi di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah kejutan politik pada pekan ini, Anies Baswedan, bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan pada Pemilu 2024, menggandeng Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai bakal Cawapres.

Keputusan ini menjadi perbincangan hangat karena elektabilitas Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, tercatat berada di papan bawah dalam sejumlah survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga.

Hasil survei dari beberapa lembaga menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan Wakil Ketua DPR RI itu berada di kisaran 1 persen, bahkan kurang.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang sempat menjadi salah satu kandidat cawapres yang paling kuat untuk Anies Baswedan, memiliki elektabilitas yang justru melampaui Muhaimin.

Keputusan Anies Baswedan untuk menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya menunjukkan bahwa ia mungkin melihat nilai tambah dalam kerjasama ini di luar hasil survei elektabilitas.

Baca juga: Anies Baswedan Akhirnya Buka Mulut soal Dirinya Pengkhianat, Mari Konsentrasi Lakukan Perubahan

Dalam politik, sering kali faktor-faktor lain seperti basis pemilih, dukungan partai, dan aliansi politik memiliki peran yang signifikan dalam menentukan pasangan calon.

Situasi ini akan terus menjadi sorotan dalam perjalanan menuju Pemilu 2024, dan akan menarik untuk melihat bagaimana dinamika politik selanjutnya akan memengaruhi elektabilitas dan dukungan bagi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Survei Litbang Kompas periode 27 Juli-7 Agustus 2023, misalnya, merekam elektabilitas Cak Imin sebesar 0,4 persen.

Sedangkan angka elektoral AHY sebesar 5,1 persen.

Baca juga: Survei Calon Presiden 2024: Elektabilitas Anies Semakin Tertinggal dari Prabowo dan Ganjar

Lalu, survei Indikator Politik Indonesia periode 20-24 Juni 2023 memperlihatkan, elektabilitas Muhaimin hanya 0,8 persen, terpaut jauh dari AHY yang tingkat keterpilihannya mencapai 11,4 persen.

Lantas, mengapa Anies justru memilih Muhaimin ketimbang AHY?

Direktur Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi, menduga, penunjukan Muhaimin sebagai pendamping Anies tak lepas dari besarnya suara PKB.

Baca juga: Hasil Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo Melesat Sejak Januari, Kini 51 Persen

Menurut survei terbaru Litbang Kompas, PKB mengantongi elektabilitas 7,6 persen.

Angka tersebut menempatkan PKB di urutan ketiga partai dengan elektabilitas terbesar setelah PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, melampaui Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Selain itu, pemilih PKB mayoritas datang dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang tersebar di Jawa Timur, wilayah yang belum dikuasai oleh Anies.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved