Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Universitas Handayani Makassar Bahas Bisnis Pariwisata di Barru

Universitas Handayani Makassar menggelar pelatihan tata kelola dan promosi bisnis pariwisata bagi kelompok sadar wisata Desa Pancana, Kabupaten Barru.

DOK PRIBADI
Tim Dosen Universitas Handayani Makassar dan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia foto bersama seusai pelatihan tata kelola dan promosi bisnis pariwisata bagi kelompok sadar wisata Desa Pancana, Kabupaten Barru. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Handayani Makassar menggelar pelatihan tata kelola dan promosi bisnis pariwisata bagi kelompok sadar wisata Desa Pancana, Kabupaten Barru.

Pemberdayaan kelompok sadar wisata Desa Pancana Kabupaten Barru dalam mengembangkan potensi pariwisata melalui penerapan tata kelola dan promosi berbasis digital menjadi tema kegiatan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Universitas Handayani Makassar dan Institut Teknologi & Bisnis (ITB) Nobel Indonesia.

Tim pelaksana merupakan salah satu penerima hibah program kemitraan masyarakat Kemendikbud Ristek tahun 2023.

Diketuai oleh Prof Dr Mashur Razak beserta Dr Eng Hazriani dan Dr Ahmad Firman selaku anggota.

Mitra kegiatan ini adalah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru sebagai mitra kegiatan yang diketuai oleh Muhammad Hasril.

Pembukaan kegiatan pada 26 Agustus dilanjutkan dengan workshop selama dua hari atau hingga 27 Agustus serta pendampingan hingga akhir Oktober 2023.

Hadir dalam kegiatan pembukaan dan memberi sambutan Rektor Universitas Handayani Makassar Dr Nasrullah, Amiruddin sebagai perwakilan dari Dinas Pariwisata Barru, serta M Idris T selaku Kepala Desa Pancana.

Ketua Tim Pelaksana Prof Mashur Razak menegaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pokdarwis Desa Pancana dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata yang ada.

Ini agar dikenal secara meluas dan menjadi salah satu destinasi favorit di Barru bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Hal ini sangat dimungkinkan, dikarenakan Desa Pancana memiliki potensi wisata yang luar biasa, baik dari aspek wisata budaya yang salah satunya dikenal sebagai tanah kelahiran penyusun karya sastra terkenal La Galigo, Wisata alam berupa panorama pantai dan sungai yang sangat indah, serta wisata kuliner dengan berbagi pilihan kuliner tradisional.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved