Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih

Debit Air Menurun, 9 Kecamatan di Kota Makassar Alami Krisis Air Bersih

Agar terus bisa memberikan layanan air bersih kepada masyarakat, PDAM menurunkan mobil tangki untuk distribusi air ke wilayah yang kekeringan.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Dirut PDAM Makassar Beni Iskandar (kanan) didampingi Kabag Humas PDAM Makassar, Idris (kiri). Info PDAM Kota Makassar, ada sembilan kecamatan yang krisis air bersih. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suplai air bersih di sembilan kecamatan di Kota Makassar mengalami penurunan.

Hal itu merupakan dampak dari kekeringan yang disebabkan oleh fenomena iklim El Nino.

Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar telah mengumumkan sembilan wilayah yang paling terdampak.

Antara lain Kecamatan Ujung Pandang, Panakkukang, Makassar, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, dan Biringkanaya.

Direktur Utama PDAM Makassar Beni Iskandar mengatakan sumber air baku PDAM yang berasal dari bendungan Leko Pancing Kabupaten Maros sudah mengalami efek El Nino.

Biasanya, debit air mencapai 1.300 per detik, sekarang turun menjadi 700-an.

"Bahkan di salah satu instalasi pengelolaan air (IPA) kami, IPA 3 Antang sudah kita matikan pompa satu karena debit air baku yang masuk sudah sangat kurang," ucap Beni Iskandar kepada Tribun-Timur.com, Jumat (25/8/2023).

Fenomena ini kata Beni sudah berlangsung dua bulan terakhir, sejak Juni 2023.

Pompa suplesi yang juga telah diturunkan di waduk Nipa-nipa tidak efektif.

Padahal, pompa suplesi di waduk nipa-nipa tersebut menjadi upaya PDAM untuk mengatasi minimnya suplai air baku dari Leko Pancing.

Begitu juga dengan inline booster pump yang diharapkan bisa dioperasikan di wilayah utara untuk mengatasi kekurangan air bersih rupanya belum bisa difungsikan karena kurangnya air baku.

Baca juga: Maros Setiap Tahun Krisis Air Bersih, Mau Beli Tapi Harganya Mahal

"Pompa inline yang kami pasang di Pasar Pannampu akhirnya belum bisa kita uji keefektifannya karena air bakunya memang berkurang," jelas Beni.

Kondisi kekeringan sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung hingga November nanti.

"Karena itu kita harap masyarakat dengan adanya iklim El Nino yang disampaikan pemerintah yang juga berdampak ke kita, kita berharap untuk bersabar karena kalau perkiraan BMKG nanti di bulan November baru ada curah hujan," tuturnya.

Agar terus bisa memberikan layanan air bersih kepada masyarakat, PDAM menurunkan mobil tangki untuk distribusi air ke wilayah yang kekeringan.

Baca juga: Dampak Buruk Krisis Air Bersih di Bontoa Maros Dirasakan Warga, Kesehatan Mulai Terganggu

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved