Pemilu 2024
Daftar 5 Petahana Caleg DPR RI Dapil Sulsel II Tak Dapat Nomor Urut 1 di Pemilu 2024
Lima petahana caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II kalah saing perebutan nomor urut satu di internal partai
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lima petahana caleg DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II kalah saing perebutan nomor urut satu di internal partai.
Dalam nama-nama daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, sedikitnya lima petahana tak dapat nomor urut satu.
Parpol masing-masing menjadikan pendatang-pendatang baru di posisi nomor urut satu.
Di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya, petahana Samsu Niang tak mendapat nomor urut satu.
Padahal, Samsu Niang sudah menjabat sebagai anggota DPR-RI selama dua periode.
Yakni, Periode 2014–2019 dan 2019–2024.
Pemilu 2019 lalu, politisi kelahiran Soppeng 16 Februari 1964 ini ditempatkan posisi nomor urut satu.
Hasil pertarungan Pileg, Samsu Niang berhasil melenggang ke Senayan.
Dia berhasil mengamankan kursi keenam dari total sembilan kursi.
Perolehan suaranya sebanyak 48.376.
Kini, namanya ditempatkan di posisi kedua.
Namanya berada di bawah pendatang baru, yakni Mayjen TNI (Purnawirawan) Gunawan Pakki.
Sejatinya, Gunawan bergabung bersama PDIP sejak tahun 2022.
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Bidang Kesejahteraan Personel ini memutuskan maju bertarung dalam perebutan kursi DPR Senayan di Dapil Sulsel II.
Kedua, petahana caleg DPR RI PAN.
Andi Yuliani Paris harus mengalah dari dua rekan internal partainya.
Keduanya, Drs H Agus Salim menempati nomor urut satu dan Brigjen TNI (Purnawirawan) Agustinus.
Padahal, Andi Yuliani Paris telah menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode.
Yakni, 2004–2009, 2016–2019, dan 2019–2024.
Periode 2016-2019, mantan Ketua DPP PAN (2010–2015) itu jadi Anggota PAW DPR-RI.
Hingga pertarungan Pileg 2019, Andi Yuliani Paris satu-satunya perempuan di internal PAN berhasil melenggang ke Senayan dengan membawa 56.723 suara.
Kala itu, namanya ditempatkan di nomor urut satu sebagai calon legislatif.
Ketiga, petahana anggota DPR RI PKS Andi Akmal Pasluddin juga tak diberi nomor urut satu.
Andi Akmal kalah bersaing mendapatkan nomor urut satu di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ia terpilih anggota DPR RI pada Pemilu 2014 lalu dari Dapil Sulsel II.
Pemilu 2019 lalu, Akmal Pasluddin satu-satunya kader PKS melenggang ke Senayan dari Dapil Sulsel.
Adapun nomor urut satu caleg DPR RI PKS ditempati kader muda Ismail Bachtiar.
Ismail Bachtiar berstatus sebagai pendatang baru di level pertarungan DPR RI.
Saat ini Ismail Bachtiar adalah anggota DPRD Sulsel.
Sementara di internal Partai Golkar, dua petahana anggota DPR RI kalah bersaing memperoleh nomor urut istimewa.
Selanjutnya adalah Andi Rio Idris Padjalangi dan Supriansa.
Andi Rio Idris Padjalangi hanya ditempatkan pada nomor urut 4.
Sementara Supriansa ditempatkan pada nomor urut 5 dalam daftar calon sementara (DCS).
Kedua incumbent ini kalah bersaing dengan Wali Kota Parepare Taufan Pawe (TP).
Di mana, Ketua DPD Golkar Sulsel itu mendapat posisi nomor urut satu sebagai calon legislatif.
Sementara Wakil Ketua Umum DPP Golkar AM Nurdin Halid menempati nomor urut dua.
Di posisi ketiga ditempati Natasha Sumana Wardani.
Andi Rio Padjalangi sudah tiga periode berturut-turut terpilih jadi anggota DPR-RI.
Yakni periode 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.
Di parlemen, Ketua Bidang Hak Asasi Manusia DPP Partai Golkar ini menjabat Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
Hasil Pileg 2019 lalu, Andi Rio berhasil mendulang suara terbanyak di internal Partai Golkar.
Politisi kelahiran 13 Maret 1973 Kabupaten Bone ini meraih 71.420 suara.
Sementara Supriansa hanya memperoleh sebanyak 54.659 suara.
Kini Andi Rio dan Supriansa kembali menatap Pemilu 2024, meski menempati nomor urut empat dan lima.
Terkait penempatan nomor urut, Supriansa pun memberikan respon.
Ia menyampaikan, pemberian nomor urut 5 tidak menyurutkan semangatnya bertarung dan menggalang dukungan masyarakat di Pemilu 2024.
Politisi berlatar advokat hukum itu menilai penentu keterpilihan anggota DPR RI bukan ditentukan dari nomor urut, melainkan suara rakyat.
Untuk itu, Supriansa mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat pemilih di Sulawesi Selatan II.
"Sebagai kader kita siap terima apapun keputusan partai. Kita sabar saja dan hadapi dengan senyum. Kita yakin akan ada hikmah di balik ini, toh penentu keterpilihan bukan nomor urut tetapi keinginan rakyat," kata Supriansa beberapa waktu lalu.
"Kita tetap sabar tetap tersenyum bakal diberi nomor 5 karena rakyat yang menentukan pilihan. Kita serahkan pada rakyat apakah kembali mempercayakan kita sebagai wakilnya di Senayan. Semoga ada hikmah di balik ini," sambung Supriansa.
Soal Nomor Urut Caleg Golkar, Taufan Pawe: Berdasarkan PDLT
Sebelumnya Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe mengungkapkan aturan penentuan nomor urut calon legislatif (caleg) partai di internal beringin rindang.
Wali Kota Parepare dua periode itu menegaskan penentuan nomor urut caleg Partai Golkar berdasarkan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).
Demikian ditegaskan Taufan Pawe dalam rapat monitoring dan evaluasi bersama bakal caleg dan pengurus Golkar se-Sulsel secara virtual, Sabtu (17/6/2023) lalu.
“Salah satu keputusan hasil Rakernas 2023 yang disampaikan Ketua Umum Bapak Airlangga, yakni nomor urut caleg itu berbasis PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. Itu kriteria diminta,” tegas Taufan Pawe.
Ia meminta caleg dan kader partai Golkar sudah saatnya bergerak masif.
Mengingat sistem proporsional terbuka masih diterapkan pada Pemilu 2024.
“Tidak ada alasan lagi tidak bergerak. Nomor urut hanya kebutuhan administrasi, yang menjadi penentu adalah kerja-kerja elektoral dari kita semua untuk membesarkan Partai Golkar,” katanya.
Berikut lima petahana di Dapil Sulsel II kembali maju caleg caleg DPR RI namun tak ditempatkan posisi nomor urut teratas.
1. Samsu Niang (Petahana PDIP)
2. Andi Rio Idris Padjalangi, Petahana Partai Golkar
3. Supriansa, petahana Partai Golkar
4. Dr H Andi Akmal Pasluddin, petahana PKS
5. Andi Yuliani Paris petahana Partai Amanat Nasional (PAN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolase-foto-deretan-petahana-tak-dapat-garansi-nomor-Urut-1-Caleg-DPR-RI-Dapil-Sulsel-II.jpg)