Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

JK Gertak Anak Pak Harto

Profil Bambang Trihatmodjo Anak Pak Harto yang Digertak Jusuf Kalla, JK: Saya Ini Orang Bugis

Inilah sosok Bambang Trihatmodjo atau Bambang Tri putra mantan Presiden RI Soeharto yang pernah digertak Jusuf Kalla

Editor: Edi Sumardi
TIKTOK.COM/@JEJAKJK
Potongan video viral soal Jusuf Kalla pernah menggertak putra mantan Presiden RI Soeharto, Bambang Trihatmodjo demi mendapatkan proyek garbarata. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah sosok Bambang Trihatmodjo atau Bambang Tri putra mantan Presiden RI Soeharto yang pernah digertak Jusuf Kalla, mantan Wapres RI sekaligus pemilik grup Kalla.

Suami penyanyi Mayangsari itu digertak Jusuf Kalla ketika berebut proyek garbarata, beberapa puluh tahun lalu, ketika Pak Harto masih berkuasa.

Saat itu, Jusuf Kalla dan adiknya Ahmad Kalla ingin mengelola proyek garbarata (jembatan penghubung antara pesawat udara dengan terminal bandara).

Namun, Bambang Tri dan menteri di lingkaran Pak Harto meragukan kemampuan Kalla.

Jusuf Kalla pun menegaskan jika perusahaannya bernama Bukaka bisa membuat garbarata, tak perlu diragukan.

Viral JK Gertak Anak Pak Harto: Saya Orang Bugis, Lebih Baik Mati Berdarah Dibanding Mati Kelaparan

"Asal mulanya, Ahmad adik saya bikin, ikut tander menang. Tapi jaman itu kan jaman Pak Harto. Ditanya ada pengalaman? tidak ada pengalaman. Bisa bikin? bisa. Nah, beda kan pengalaman dengan bisa. Tapi, saudara tidak ada pengalaman. Ini mau diambil Bambang, Bambang Tri," jelas JK menceritakannya pada acara talkshow "Dari Pengusaha ke Pengusaha untuk Masa Depan Indonesia".

Talkshow itu digelar di Wisma Kalla Jalan Dr Ratulangi, Kota Makassar, Sulsel, Senin (30/1/2023).

Potongan video viral soal Jusuf Kalla pernah menggertak putra mantan Presiden RI Soeharto, Bambang Trihatmodjo demi mendapatkan proyek garbarata.
Potongan video viral soal Jusuf Kalla pernah menggertak putra mantan Presiden RI Soeharto, Bambang Trihatmodjo demi mendapatkan proyek garbarata. (TIKTOK.COM/@JEJAKJK)

Lebih lanjut, namun, saat itu sang menteri meragukannya lagi, dengan alasan bahwa dia tidak memiliki pengalaman.

"Bicara menteri tidak bisa, Ini cendana sudah putuskan yang ambil Tri. Akhirnya saya cari cara bagaimana ketemu Bambang Tri. Akhirnya dipertemukan saya. Dia bertiga, saya bertiga. Diskusi, pokoknya dia mau ambil. Saudara kan tidak punya pengalaman. Iya, saya bilang sama menterinya, kalau tidak dikasih pengalaman, kapan kita pengalaman. Bisa bikin? Bisa," ujarnya.

Moment Jusuf Kalla Gertak Bambang Trihatmodjo Putra Presiden Soeharto karena Proyek Garbarata

Namun, hal ini tetap tidak bisa meyakinkan sang menteri, dan Bambang Tri, anak Soeharto, tetap bersikeras untuk mengambil proyek tersebut.

"Nah timbullah Bugis saya. Budaya asli muncul. Saya bilang begini 'Mas Bambang terakhir saya ingin katakan, saya ini orang Bugis, orang Bugis itu lebih baik mati berdarah, daripada mati kelaparan'. Dia shock, stafnya langsung berdiri," ujarnya.

 Ia pun mengaku nekat berebut proyek dengan Bambang Tri karena tanggungjawab dengan karyawannya.

"Maksud saudara apa? tidak ada maksud saya, saya cuma bilang saja, termenung itu Bambang Tri. Tiba-tiba dia bilang, Bapak serius? Serius. Karena kalau saya tidak dapat proyek ini, karyawan saya yang seribu itu tidak makan. Jadi saya tanggung jawab, kalau perlu berdarah-darah saya siap untuk menghadapi siapa saja. Langsung dia bilang, ambil saja," ujar suami Mufidah Kalla itu.

Mantan Wapres RI sekaligus pemilik grup Kalla, Jusuf Kalla.
Mantan Wapres RI sekaligus pemilik grup Kalla, Jusuf Kalla. (DOK TRIBUNNEWS.COM)

Terhadap Bambang Tri, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa proyek tersebut sangat penting untuk kelangsungan perusahaan yang dipegang oleh Bambang Tri.

"Karena jika saya tidak mendapatkan proyek ini, seribu karyawan saya akan kehilangan pekerjaan. Saya merasa bertanggung jawab. Saya bahkan bersedia berdarah-darah demi menghadapi siapa saja. Bambang berkata, ambillah. Lalu saya menjawab, dengan ikhlas ini Mas Bambang, ikhlas. Kami berjabat tangan," ujar Jusuf Kalla.

"Saya memberikan kode kepada adik saya dengan menepuk kakinya, kami pulang. Kemudian, debat berubah lagi," tambahnya sambil tersenyum.

Sosok Bambang Tri

Bambang Trihatmodjo Soeharto lahir 23 Juli 1953.

Dia dikenal sebagai pengusaha nasional pendiri PT Global Mediacom Tbk.

Sosok Bambang Trihatmodjo Soeharto dikenal kontroversial dari segi bisnis dinilai meroket karena posisi ayahnya sebagai Presiden RI.

Khirani Trihatmodjo dan Bambang Trihatmodjo
Khirani Trihatmodjo dan Bambang Trihatmodjo (Instagram @mayangsaritrihatmodjoreal)

Bambang Trihatmodjo salah satu pebisnis yang memiliki perusahaan yang menggurita diberbagai bidang, keahliannya dalam berbisnis tak bisa diragukan lagi.

Pada tahun 1998, kekayaan Bambang Trihatmodjo Soeharto dilaporkan sekitar $ 3,5 miliar. 

Dia menikah dengan Halimah Agustina Kamil pada tanggal 24 Oktober 1981 serta dikaruniai 3 orang anak yaitu Gendis Siti Hatmanti Soeharto, Panji Adhikumoro Soeharto, dan Bambang Aditya Trihatmanto Soeharto.

Bambang Trihatmodjo dan rekannya mendirikan PT Bimantara Citra pada tahun 1981.

Dia bergabung dengan rekannya sesama alumnus sekolah Percik (Perguruan Cikini dari SD sampai SMP) dan SMA Negeri 1 Jakarta, yakni Mochamad Tachril Sapi'ie dan Rosano Barack.

Bergabung juga Indra Rukmana (suami pendiri TPI, Siti Hardijanti Rukmana) dan Peter F Gontha.

Usaha mereka terus berkembang dan merambah cepat, mulai dari perdagangan, broker asuransi, real estate, konstruksi, televisi swasta, perhotelan, transportasi, perkebunan, perikanan, industri otomotif, industri makanan, industri kimia, pariwisata dan sebagainya.

Sekitar 65 perusahaan telah mereka dirikan, 30 perusahaan di antaranya menempatkan Bimantara sebagai pemegang saham mayoritas.

Bambang Trihatmodjo dan rekan juga membangun perusahaan induk dengan nama PT Bumi Kusuma Prima.

Beberapa perusahaan Bimantara termasuk kelompok perusahaan ini, seperti PT Gelatindo Multi Graha (produsen cangkang kapsul), PT Lima Satria Nirwana (keagenan Mercedes-Benz), dan PT Citra Auto Nusantara (Ford).

Banyak proyek baru yang dikelola oleh perusahaan ini.

Sebagian di antaranya adalah proyek-proyek besar.

Salah satunya adalah, Bali Turtle Island Development, yang mengembangkan 1.000 ha kawasan wisata baru di Bali dengan nilai investasi keseluruhan 2 miliar dollar AS.

Ada 26 perusahaan yang bernaung di bawah payung Bimantara Citra.

Diantaranya adalah Rajawali Citra Televisi Indonesia, Elektrindo Nusantara, Plaza Indonesia Realty, Nusadua Graha International, Bima Kimia Citra, Multi Nitrotama Kimia, dan lain-lain.

Kemudian sejumlah perusahaan di bawah bendera PT Bima Intan Kencana serta beberapa perusahaan di bawah PT Bima Kimia Citra, kedua perusahaan ini berinduk ke PT Bumi Kusuma Prima.

Bambang Trihatmodjo juga pemilik Bank Andromeda. Perusahaan Bambang tersebut bergerak di berbagai bidang, seperti perdagangan, perkebunan, kehutanan, kimia, farmasi, kontruksi, properti - perkantoran/pembelanjaan, real-industrial estate, transportasi, jasa dan bidang keuangan.

Jumlah investasi yang ditanam di seluruh perusahaan tersebut terbagi dua, masing-masing investasi asing dan investasi domistik.

Investasi asing totalnya 102 juta dollar AS.

Sementara investasi domestik sebesar Rp 332,7 miliar.

Di samping Bimantara, Bambang juga mempunyai usaha lain yaitu Satelindo, Chandra Asri, dan Kanindotex. Satelindo, adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi.

Di samping melayani sambungan langsung internasional, perusahaan ini juga menyediakan layanan satelit dan layanan telepon seluler.

Di Satelindo, lewat Bimagraha Telekomindo, Bambang menguasai 45 persen saham.

Sementara Candra Asri dimiliki oleh Bambang Trihatmodjo, Prayogo Pangestu, dan Henry Pribadi.

Perusahaan yang total investasinya Rp 4 triliun lebih tersebut memproduksi ethylene, prophylene, dan butadiene, masing-masing dengan kapasitas 495 ribu ton, 245 ribu ton, dan 24 ribu ton per tahun.

Dengan jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pabrik petrokimia semihilir (antara) di dalam negeri.

Bahkan bisa berlebih, sehingga dapat digunakan untuk diekspor.

Bambang Trihatmodjo juga tercatat sebagai pemilik PT Kanindotex, perusahaan tekstil terpadu yang didirikan oleh Robby Tjahjadi.

Bersama Johannes Kotjo, Bambang Rijadi Soegomo, dan Wisnu Suwardono, Bambang menguasai mayoritas saham (90 persen) perusahaan itu. Tak kurang, enam perusahaan menjadi pendukung pabrik tekstil tersebut.

Salah satunya adalah PT Kanindo Success Textile.

Perusahaan ini mengoperasikan 440 ribu mata pintal. Dari catatan Creative Information System of Indonesia (CISI), 1991–1992, disebutkan bahwa Bimantara Grup mempunyai 134 anak perusahaan.

Dengan bidang kegiatan antara lain, perbankan, asuransi, perhotelan, industri pariwisata, industri kimia, pabrik farmasi, otomotif, industri pakan ternak, industri kimia pertanian, pabrik minyak makan, dan beberapa pabrik lainnya. Juga jasa pembangunan ladang minyak, perkebunan, properti, kontraktor, transportasi laut, udara, dan lainnya.

Serta instalasi telekomunikasi dan distribusi peralatan telekomunikasi, televisi, dan perdagangan.

Pada tahun 1997 saat krisis moneter, Bank Andromeda milik Bambang Trihatmodjo dilikuidasi berserta 16 bank lain.

Bisnis Bambang yang utama sendiri, dalam konglomerasi Bimantara Citra akhirnya lenyap pascakejatuhan Orde Baru.

Bambang kemudian menjual sahamnya ke Bhakti Investama, dari tahun 2001–2012 sehingga ia kini tidak lagi memegang konglomerasi tersebut.

Kini, bisnis Bambang lebih dikenal dibawah bendera PT Asriland, misalnya yang menguasai sebagian saham Tugu Reasuransi Indonesia.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved