Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketegasan Danny Pomanto Ancam Copot Camat dan Sekcam yang Tak Akur

Danny Pomanto mengatakan, ia mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya camat dan sekretarisnya yang tidak akur.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Siti Aminah/Tribun-Timur.com
Wali Kota Makassar Danny Pomanto. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto segera mencopot camat dan sekretaris camat (sekcam) yang tak akur.

Danny mengatakan, ia mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya camat dan sekretarisnya yang tidak akur.

"Misalnya camat yang tidak akur dengan sekcamnya, dua-duanya saya ganti. Saya sudah sampaikan dua-duanya saya ganti kalau kau tidak akur," tegas Danny belum lama ini.

Kedua pimpinan kecamatan ini kata Danny harusnya memberi contoh dan teladan naik bagi masyarakatnya.

"Mestinya kau yang kasih kompak masyarakat, kenapa kau yang justru kasih pecah-pecah masyarakat," tegasnya.

Hubungan yang tak harmonis ini juga merembes ke tataran kelurahan.

Untuk itu, Danny akan melakukan perombakan sekaligus bersih-bersih lurah dalam waktu dekat ini 

Rencananya, mutasi tersebut dilakukan usai Makassar International Eight Festival and Forum atau F8.

Danny menyebut sekira 40 persen lurah di Makassar akan diganti, nama-nama penggantinya pun sudah dikantongi.

"Saya kira menghampiri 40 persen (diganti) saya makanya melihat kinerja," tuturnya.

Kriteria penilaiannya jelas kata Danny, ia mencopot lurah tidak sembarang. 

Dilihat dari kinerjanya, mulai dari keseriusannya dalam mengaktifkan kontainer multi fungsi. 

Kemudian laporan dari Pakandatto (pasukan penindakan anti kotor), hingga memonitor kesigapan para lurah di grup organisasi perangkat daerah (OPD).

"Sebenarnya gampang (menilai) apalagi sekarang kontainer jalan setengah-setengah. Mungkin mereka pikir saya tidak nilai itu," tegasnya.

"Komplain dari Pakandatto itu tiap hari dia lapor, jadi tiap hari itu mereka melapor, cuma saya tidak ekpos. Saya lihat ini. Di grup OPD saya monitor terus. Ada yang tidak tanggapi, itu penilaian. Saya tidak kasih ampun itu," sambungnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved