Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penambang Emas Banyumas

Update 8 Penambang Emas yang Terjebak di Banyumas, Diperkirakan Berada di Kedalaman 60 Km

Update kabar upaya penyelamatan delapan penambang emas yang terjebak di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Editor: Sakinah Sudin
DOK BASARNAS CILACAP
Anggota Basarnas menuruni salah satu lubang galian tambang emas di Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/7/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berikut update kabar upaya penyelamatan delapan penambang emas yang terjebak di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sebelumnya, sebanyak delapan orang terjebak di lokasi penambangan emas di Desa Pancurendang, sejak Selasa (25/7/2023) malam.

Mereka yang seluruhnya berasal dari Bogor, Jawa Barat ini terjebak akibat aliran air yang keluar dari lubang di sebelahnya secara tiba-tiba.

Hari ini Selasa (8/1/2023) memasuki hari ke-7 operasi penyelamatan delapan penambang emas Banyumas tersebut.

Hingga penutupan operasi hari keenam, Senin (31/7/2023) sore, tim SAR belum dapat menjangkau lokasi penambang yang diperkirakan ada di kedalaman 60 meter.

"Sampai saat ini masih nihil belum bisa mengevakuasi saudara-saudara kita yang terjebak," kata Kasi Operasi Basarnas Cilacap, Priyo Prayuda Utama di lokasi kejadian, Senin sore.

Menurut Priyo, meski telah disedot terus-menerus, ketinggian air yang menggenangi lubang galian, tempat para pekerja terjebak justru naik lagi.

"Genangan air bertambah lagi. Kemarin kedalaman air dari permukaan tanah 13,8 meter, tadi kami ukur lagi jadi 12 meter, padahal seluruh pompa sudah dikerahkan," jelas Priyo.

Hari ini tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 35 pompa air.

Selain itu, juga masih dibantu pompa air milik warga setempat.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan orang terjebak di lokasi penambangan emas di Desa Pancurendang, sejak Selasa (25/7/2023) malam.

Mereka yang seluruhnya berasal dari Bogor, Jawa Barat ini terjebak akibat aliran air yang keluar dari lubang di sebelahnya secara tiba-tiba.

Hingga kini para korban masih belum bisa dievakuasi.

Medan yang berat menjadi tantangan tim SAR gabungan dalam operasi penyelamatan delapan penambang emas.

Selain kondisi lubang yang sempit, debit air juga tinggi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved