Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Foto

Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting

Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Aeropala, Jalan Hertasning, hingga jalan Ap Pettarani.

Tayang:
Penulis: Sanovra Jr | Editor: Sanovra Jr
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda4.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Ap Pettarani, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda3.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Ap Pettarani, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda2.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Aeropala, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Aeropala, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda9.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Hertasning, 'Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda8.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Hertasning, 'Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda7.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Ap Pettarani, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Foto Penunggang Kuda dalam Acara Appa'bunting - penunggangkuda5.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Ap Pettarani, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Aeropala, Jalan Hertasning, hingga jalan Ap Pettarani, Makassar, dalam sebuah prosesi yang bernama Appa’bunting pada Jumat (28/7/2023).

Upacara pernikahan ini menampilkan pasukan berkuda yang menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi adat Sulawesi Selatan.

Para penunggang kuda tampil dengan gemerlap, menghias kuda-kuda yang ditunggangi hingga terlihat cantik dan megah.

Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Aeropala, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita.
Sejumlah penunggang kuda melintasi Jalan Aeropala, Makassar, Jumat (28/7/2023). Pasukan berkuda ini menjadi bagian dari proses Appa’bunting yang berarti upacara pernikahan. Tugas mereka menjadi pembuka jalan rombongan pengantin Pria yang hendak menuju ke rumah pengantin wanita. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Beberapa dari mereka juga mengenakan Topi Patonro, sebuah topi tradisional khas daerah Makassar, menambah nuansa klasik pada momen istimewa ini.

Diketahui, Appa’bunting adalah upacara pernikahan adat yang masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun tradisi ini sudah mulai jarang ditemui, namun beberapa warga tetap mempertahankannya sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan.

Dalam prosesi yang penuh makna ini, penunggang kuda bertugas sebagai pembuka jalan untuk rombongan pengantin Pria yang hendak menuju rumah pengantin wanita. Suasana semakin meriah dengan alunan musik tradisional yang mengiringi langkah mereka.

Appa’bunting melambangkan persatuan dan kebersamaan antara dua keluarga yang akan menyatukan dua insan dalam ikatan suci pernikahan. Tradisi ini tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga mencerminkan identitas budaya yang kaya dan kekayaan adat Sulawesi Selatan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved