Delapan Incumbent Berebut Kursi di Dapil VI Luwu
Para incumbent itu yakni Ketua DPC Partai PKB Luwu Anton, Zeth Ida Parante dari Partai Gerindra, Ruddin Sibutu dari Partai Golkar.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Dapil VI Kabupaten Luwu menjadi rebutan para incumbent.
Dapil VI diketahui meliputi Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat dan Walenrang Timur.
Tercatat, ada 8 incumbent yang memilih maju di Dapil VI.
Para incumbent itu yakni Ketua DPC Partai PKB Luwu Anton, Zeth Ida Parante dari Partai Gerindra, Ruddin Sibutu dari Partai Golkar.
Lalu ada kader Partai Nasdem Nur Alam Tagan, Hamid Tara dari Partai PKS, Herman Paral dari Partai Perindo, Syahruddin dari Partai PPP, serta Rifaldy Eka Putra dari Partai Demokrat
Sehingga Dapil VI menjadi wilayah 'neraka' bagi para bakal calon legislatif (bacaleg).
Gelanggang politik di Dapil VI Luwu tentu semakin berat.
Sebab, terjadi penambahan Dapil di Kabupaten Luwu.
Jumlah Dapil yang dulunya 4, kini menjadi 8.
Sebanyak 8 incumbent tadi, dulunya terpilih di Dapil III Luwu dengan alokasi 10 kursi.
Dapil III Luwu dulu meliputi Kecamatan Lamasi, Lamasi Timur, Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Timur dan Walenrang Utara.
Setelah terjadinya penambahan, untuk Dapil VI sendiri sekarang memiliki 4 alokasi kursi.
Berarti, setengah dari 8 incumbent yang bertarung di Dapil VI akan tersingkir.
Pengamat politik Universitas Bosowa Kota Makassar mengaku, skema perebutan konstituen akan terjadi saat penambahan jumlah Dapil.
Kata Arif, para incumbent bisabsedikit diuntungkan dengan penambahan jumlah Dapil.
Sebab, banyaknya konstituen yang harus didapatkan semakin sedikit.
"Pada prinsipnya dapil dibentuk berdasarkan atas azas reperesentasi kepentingan penduduk di wilayah itu berdasarkan porsinya. Jadi jika dapil berubah (dalam hal ini bertambah), maka biasanya skema perebutan dukungan konstituen juga akan berubah (jumlah pemilih per dapil akan berkurang). Yang dulu memperebutkan 500 orang dari 1000 orang populasi, bisa jadi tinggal berebut 200 atau 300 suara saja," jelasnya kepada Tribunluwu.com beberapa waktu lalu.
"Sebetulnya itu menguntungkan incumbent yang dapilnya dulu terkena peraturan untuk dipecah (ditambah). Artinya bagi incumbent yang dapilnya tetap, relatif tidak ada perubahan apa-apa," sambungnya.
Nama Anton, nakhoda DPC Partai PKB Luwu juga tercatat sebagai bacaleg Dapil VI.
Anton terpilih sebagai legislator setelah mendulang sebanyak 938 suara.
Sekretaris DPC PKB Luwu Sumarling mengakui persaingan Dapil VI saat ini sangat ketat.
"Kami doakan dan memberi dorongan ke caleg kami untuk bekerja keras dalam meraih simpati masyarakat, karena kami sadar bahwa kondisi saat ini mmg sangat ketat persaingan," ujarnya.
Tak mau jemawa, sambung Sumarling, PKB Luwu hanya membidik 1 kursi di Dapil VI.
"Untuk Dapil VI karena bacaleg kami di sana salah satu incumbent dari 8 incumbent yang ada. Maka kami hanya target 1 kursi saja. Karena bagi kami terlalu muluk-muluk juga kalo target banyak dalam sikon demikian," pungkasnya.
"Apalagi di Dapil VI hanya tersedia 4 kursi saja," tutup Sumarling.
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-DPC-Partai-PKB-Luwu-Anton-kanan-bersama-Sekretaris-PKB-Luwu-Sumarling-21.jpg)