Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perluas Akses Permodalan Petani Milenial, Kementan Gandeng PNM Lewat Pojok Kredit

Bahkan Mentan menyebut capaian KUR dari para petani milenial akan mendukung jalannya pertanian maju, mandiri, dan modern.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
(YESS) PPIU Sulawesi Selatan mengadakan Millenial Agriculture Forum (MAF) Edisi Tani Akur dengan tema “Kupas Tuntas Kredit Permodalan Nasional Madani (PNM) di Aula BPP Kecamatan Lau, Maros   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pertanian (Kementan) berusaha mendongkrak kemajuan sektor usaha bidang pertanian khususnya kalangan pemuda tani milenial melalui program Tani Akur (Petani Milenial Akses KUR)
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong para petani Indonesia bisa mengakses permodalan usaha melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bahkan Mentan menyebut capaian KUR dari para petani milenial akan mendukung jalannya pertanian maju, mandiri, dan modern.
 
“Jika banyak petani milenial yang berhasil akses KUR, tentunya usahanya akan lebih berkembang. Jika usaha lebih berkembang, akan tercipta ketahanan pangan nasional”, ujar Mentan Syahrul.
 
Senada dengan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menekankan strategi Tani Akur adalah menjadi solusi dukungan pembangunan wirausaha muda pertanian.
 
“Hadirnya strategi Tani Akur adalah menjadi solusi dukungan pembangunan wirausaha muda pertanian. Saya yakin seyakinnya, bahwa program ini dapat menjawab tantangan pembangunan pertanian kita”, tegas Dedi.
 
KUR memang digulirkan Pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada pengusaha tani skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pembiayaan ini disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
 
Terbaru, Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) PPIU Sulawesi Selatan mengadakan Millenial Agriculture Forum (MAF) Edisi Tani Akur dengan tema “Kupas Tuntas Kredit Permodalan Nasional Madani (PNM) di Aula BPP Kecamatan Lau, Maros, Rabu (21/6/2023).

Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Manajer Bisnis ULaMM PT PNM Makassar Abdul Kadie, Legal & License PT. Japfa Comfeed tbk Lutfi J, Kepala BPP Lau  Wahida dan Nurlia selaku Local Champion Kabupaten Maros.
 
Peserta MAF Program YESS  sebanyak 126 peserta terdiri dari perwakilan Kepala Dinas Pertanian Maros, District Implementation Team (DIT) Maros, Financial Advisor (FA) Maros, Mobilizer Maros, Fasilitator Pemuda (Fasmud) Kecamatan Lau, Staf BPP Lau, Petani Milenial Kecamatan Lau, dan Mahasiswa Polbangtan Gowa
 
Di depan para peserta, Nurlia selaku penerima manfaat program YESS dan Local Champion di Maros mengapresiasi bantuan yang memajukan usaha jamur tiram miliknya.
 
“Pada tahun 2020 saya menerima manfaat dari Program YESS yang membantu saya untuk memajukan usaha jamur tiram sampai saat ini dengan omset sebesar 24jt setiap bulannya," jelas Nurlia.

Melalui Program YESS ini, Nurlia juga mampu membuka lapangan pekerjaan khususnya untuk perempuan kepala keluarga.
 
“Dengan adanya usaha saya saat ini, saya sedang mempekerjakan 5 orang karyawan yang notabennya ibu-ibu semua yang merupakan perempuan kepala keluarga (pekka)," jelas Nurlia

"Penghasilan yang didapatkan dengan bekerja disini sangat membantu mereka untuk keberlangsungan hidup sehari-harinya," sambungnya.

Kepala BPP Lau Wahida menyebut program YESS mampu mengubah image petani dan memberikan suntikan motivasi baru.

Sebelum mendapat KUR, petani sudah diberikan pembekalan mengatur manajemen usaha.

“Pertanian itu bukan hanya yang berhubungan langsung dengan lumpur. Kegiatan Program YESS sudah sangat mampu merubah image petani dan memberikan motivasi-motivasi mulai dari kegiatan yang telah dilaksanakan, baik itu motivasi untuk melakukan usaha, dan motivasi bisnis," jelas Wahida
 
“Sebelum mendapatkan KUR, petani dilatih dulu melalui Program YESS bagaimana memanage usaha mereka, memanage modal, dan menyusun proposal usaha yang mereka akan kembangkan," lanjutnya.
 
Dengan adanya MAF khususnya pembahasan KUR, para petani akhirnya mengetahui bahwa cara mengakses permodalahan usaha pertanian.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved