Kenali Gejala Terpapar Rabies : Mulai Hidrophobia sampai Suka Berontak
Dinas Kesehatan Sulsel pun kian gencar mengimbau masyarakat paham cara mengatasi gigitan hewan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus rabies sedang marak terjadi di Provinsi Sulsel.
Dinas Kesehatan Sulsel pun kian gencar mengimbau masyarakat paham cara mengatasi gigitan hewan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, Ardadi mengingatkan masyarakat harus waspada dengan efek gigitan hewan.
Ardadi menyebut masa inkubasi virus bisa terjadi dua bulan sampai dua tahun lamanya.
"Masa inkubasi setelah digigit 2 minggu sampai 2 tahun," kata Ardadi, Minggu (25/6/2023).
"Biasa ada kasus 2 bulan baru kelihatan gejalanya," lanjutnya.
Ketika tergigit, masyarakat harus segera bertindak agar virus tak sampai di otak.
Sebab kata Ardadi, virus yang sudah mencapai otak manusia sulit disembuhkan.
"Itu kalau digigit biar kecil luka tapi kalau sudah masuk bahaya. Masuk di saraf tepi bawah kulit, sumsum tulang belakang, barru ke otak. Kalau sudah diotak susah ditangani," jelas Ardadi.
Gejala umum rabies yang bisa dilihat yakni ketakutan dengan sinar matahari hingga selalu resah.
"Kalau sudah Hidrophobia, Photophobia, Aerophobia. Mulai resah, sedikit berontak. Itu karena sudah masuk diotak," sambungnya
Masyarakat pun diminta paham dengan tindak darurat ketika tergigit hewan.
Mulai dari cuci luka dengan air mengalir selama 15 menit disertai sabun.
Lalu bisa langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Pencegahan-dan-Pengendalian-Penyakit-dinkes-sulsel-Ardadi-Podcast.jpg)