Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2023

Ashabul Kahfi Harap Pemerintah Perkuat Faskes Setelah Banyak Jemaah Haji Lansia Sakit di Makkah

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi Djamal memberi PR pemerintah setelah menemukan sejumlah jemaah haji lansia banyak sakit di Makkah.

Editor: Ari Maryadi
DPR RI
Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi Djamal memimpin Timwas Haji DPR memantau kedatangan Jamaah Haji Indonesia di Bandara Madinah, Arab Saudi, Rabu (21/6). 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi Djamal memberi PR pemerintah setelah menemukan sejumlah jemaah haji lansia banyak sakit di Makkah.

Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional itu berharap pemerintah lebih optimal menangani dan melayani jemaah haji lansia.

Kedua Kahfi berharap pemerintah menguatkan fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada di Makkah.

Dalam kunjungannya ke loksi, Kahfi menemukan banyak jamaah Lansia yang sakit saat mengikuti proses ibadah haji.

"Tahun ini saja, jamaah Haji Lansia itu kan sampai 30 persen. Kita tidak bisa bayangkan tahun depan dengan antrean yang begitu panjang, jamaah Lansia bisa meningkat 40 persen," kata Kahfi di Kota Makkah, Arab Saudi, Sabtu (24/6/2023) waktu setempat.

"Untuk itu perlu perhatian serius dari pemerintah untuk persiapan tahun depan dengan jamaah haji Lansia lebih banyak," sambung Kahfi.

Menurut Legislator Dapil Sulsel I ini, perlu juga dievaluasi kembali keberadaan Pendamping Haji yang pada tahun ini ditiadakan.

Menurutnya, perlu dikaji kembali apakah Pendamping Haji itu perlu diadakan lagi atau tidak.

Terutama untuk mendampingi jamaah haji Lansia.

Sebab, tambahnya, kalau mengandalkan petugas haji yang jumlahnya juga sedikit, ini sangat tidak mungkin melayani semua.

“Coba nanti evaluasi bersama, apakah pendamping haji ini akan kita adakan kembali pada tahun depan, mengingat kuota antrean yang begitu panjang ini juga jadi kendala," imbuh Politisi Fraksi PAN ini.

Selain itu, Ashabul juga menyatakan, secara umum ia menilai kontribusi para tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di KKIH Madinah sudah optimal.

Karena sudah bekerja keras siang-malam tanpa kenal lelah untuk melayani pasien.

Terlebih, tambahnya, terdapat pengurangan Nakes yang semula berjumlah 23 menjadi 13 orang.

”Tadi kami sudah melihat di sejuah kamar-kamar (perawatan) cukup banyak yah pasien, kurang lebih 100 orang yang hari ini dirawat dan semuanya Lansia. Penyakitnya yang diderita antara lain yang hipertensi, batuk, dimensia dan ada macam -macam lain. Tapi intinya mereka adalah rata -rata jamah haji Lansia," kata Kahfi.

Cek Kesiapan Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi mengatakan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR telah mendapatkan informasi dari Tim Petugas Kesehatan Haji Indonesia dalam persiapan jelang puncak ibadah haji nanti.

Kesiapan Tenaga Kesehatan (Nakes) itu baik untuk yang berada di Arafah, Muzdalifah, maupun di Mina (Armuzna).

Adapun Nakes yang disiapkan tersebut dengan rincian 16 orang petugas kesehatan di Arafah, Muzdalifah 42 orang di Muzdalifah, dan 169 orang di Mina.

Sehingga, total ada 227 petugas kesehatan untuk melayani jamaah haji Indonesia.

"Kami dari Timwas Haji ada kekhawatiran -kekhawatiran kepada jamaah haji, apalagi cuaca tahun ini kan sangat panas. Sehingga kita harapkan, mudah-mudahan dengan kehadiran para tenaga kesehatan ini dapat melindungi para jamaah-jamaah haji di dalam melaksanakan kegiatan semua rangkaian puncak haji," ujar Ashabul Kahfi.

Meskipun demikian, Legislator Dapil Sulsel I ini berpesan, kepada para petugas kesehatan juga harus tetap menjaga diri.

Sehingga, jangan sampai para Nakes tersebut melayani jamaah namun dirinya tidak terjaga kesehatannya.

“Jadi, saya minta agar para petugas ini juga tetap menjaga kesehatan. Janhan terlalu memporsir tenaga. Kemudian istirahat juga yang cukup dan  makan dengan gizi yang baik, jangan lupa siapkan vitamin, itu penting," ucapnya.

Selain itu, Ashabul juga menyatakan, secara umum ia menilai kontribusi para tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di KKIH Madinah sudah optimal, karena sudah bekerja keras siang-malam tanpa kenal lelah untuk melayani pasien.

Terlebih, tambahnya, terdapat pengurangan Nakes yang semula berjumlah 23 menjadi 13 orang.

”Tadi kami sudah melihat di sejuah kamar-kamar (perawatan) cukup banyak yah pasien, kurang lebih 100 orang yang hari ini dirawat dan semuanya Lansia. Penyakitnya yang diderita antara lain yang hipertensi, batuk, dimensia dan ada macam -macam lain. Tapi intinya mereka adalah rata -rata jamah haji Lansia," kata Politisi Fraksi PAN ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved