Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Urgensi Digital Skill Era Society 5.0

Untuk merespon tantangan tersebut dibutuhkan upaya serius dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui keterampilan digital (digital skill). .

Dok Pribadi
N. Tri Suswanto Saptadi (Dosen Informatika Universitas Atma Jaya Makassar (UAJM), 

Oleh: N Tri Suswanto Saptadi
Dosen Informatika, Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar (UAJM)/Korwil ISKA Sulawesi dan Ketua IKDKI Wilayah SulSelTraBar

TRIBUN-TIMUR.COM - Dampak pandemi Covid-19 terhadap sistem pendidikan di seluruh Indonesia tengah terjadi seperti penutupan beberapa sekolah, pembelajaran dilakukan secara daring (online), gangguan (distorsion) terhadap pelaksanaan kurikulum, perubahan pada metode pembelajaran, dan keterbatasan dalam evaluasi pembelajaran.

Paradigma dalam pendidikan perlu mengarah pada upaya peningkatan penggunaan dan penguasaan terhadap teknologi informasi dan digitalisasi sebagai solusi untuk menghadapi tantangan era society 5.0 atau masyarakat super pintar dengan konsep masyarakat masa depan yang telah diusulkan Jepang tahun 2019 dengan kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berbasis artificial intelligence, robotic, big data dan Internet of Things (IoT).

Society 5.0 merupakan masyarakat berpusat pada manusia yang diharapkan mampu menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan dunia maya (virtual) dan ruang fisik (nyata).

Untuk merespon tantangan tersebut dibutuhkan upaya serius dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui keterampilan digital (digital skill).

Dunia pendidikan perlu berbenah diri dalam upaya meningkatkan kualitas dengan melakukan migrasi pembelajaran secara online, menyediakan fleksibilitas dan aksesibilitas, penambahan kualitas pembelajaran, kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi, melakukan evaluasi dan penilaian inovatif, pengembangan profesionalisme dosen dan merealisasikan akses ke sumber belajar yang memadai.

Strategi digitalisasi dalam proses belajar-mengajar di perguruan tinggi memerlukan kondisi insfrastruktur yang relevan, layanan interaktif learning management system (LMS), sumberdaya digital, pelatihan peningkatan kapasitas dosen, peningkatan aksesbilitas, serta pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif. Pengembangan digital skill mahasiswa membutuhkan integrasi kurikulum dengan kompetensi digital, program pelatihan keterampilan digital, penerapan proyek digital, serta koneksi industri dan dunia kerja.

Digitalisasi Pembelajaran

Digitalisasi berarti berbagai aktivitas yang dilakukan menjadi secara digital. Dalam artian bahwa pembelajaran merupakan upaya untuk membuat proses menjadi online atau dapat dilakukan secara jarak jauh.

Pembelajaran tersebut dapat dilakukan dengan tanpa mengurangi esensi atau substansi dari penyampaian materi untuk mencapai tujuan pendidikan.

Untuk merespon dampak dan menghadapi bonus demografi Indonesia tahun 2030 maka diperlukan upaya dalam meningkatkan skill dan langkah strategis.

Pertama, peningkatan aksesibilitas dan fleksibilitas dilakukan dengan mengakses materi pembelajaran dan berpartisipasi dalam kegiatan akademik.

Kedua, Kolaborasi dan keterlibatan aktif dalam mendorong kolaborasi dan diskusi online antara mahasiswa maupun dosen serta untuk memperkaya pengalaman pembelajaran. Ketiga, peningkatan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi multimedia, simulasi, dan realitas virtual untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran interaktif.

Keempat, pengembangan keterampilan yang relevan dengan mengintegrasikan keterampilan digital, kritis, dan kreatif dalam kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja digital.

Kelima, kolaborasi dengan industri seperti menghadirkan kesempatan kerjasama dengan industri dalam bentuk magang, proyek bersama, dan pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan pasar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved