Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2023

Di Malam 1 Dzulhijjah, 11 Bus Petugas Haji Non-Kloter Indonesia Diperiksa di 4 Pos Check Point

Migrasi tugas ini, di malam 1 Dzulhijjah 1444 H ini, bertepatan dinaikkannya status siaga tahunan operasi haji oleh otoritas haji Arab Saudi.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Thamzil Thahir
Sebanyak 411 petugas haji non-kloter Indonesia dari Daerah Kerja (Daker) Madinah, sepanjang Minggu (18/6) siang hingga tengah malam, diberangkatkan ke Mekkah. 

Kondisi ini, dirasakan iring-iringan petugas PPIH dan KKHI Daker Madinah, saat migrasi tugas ke Mekkah, sepanjang siang hingga tengah malam.

Sebanyak 411 petugas haji Non-Kloter dari kementerian Agama dan Kamenterian Kesehatan ini, menumpang armada 11 unit coaching bus dan 7 unit MPV.

Menyusul naiknya eskalasi pengecekan di empat check point, jalur Madinah-Mekkah yang biasanya ditempuh 4,5 hingga 5 jam, juga bertambah jadi 7 jam.

Armada petugas haji meninggalkan Kantor Daker Madinah pukul 15.30 WAS, (istirahat sejam di Koukas), baru tiba di Rafayah Al Masheer, Sektor 2 Syisyah, sekitar pukul 23.00 WAS.

Di tiap check point, bus bergerak melambat.

Karnet dan petugas PPIH lalu membuka pintu bus, menyerahkan daftar manifest penumpang, berikut seluruh paspor, dan atau bukti tasreh haji.

Setelah itu, petugas berseragam, secara acak, masuk ke kabin coaching bus. "Assalamu alaikum ya Hujjaj."

Pemeriksaan terlama ada di Check Point Jumum. Sekitar, 30 menit.

Bagi mukimin dan petugas senior PPIH, kondisi ini bukan hal baru.

"Ya, memang sudah begitulah Arab Saudi, setiap tanggal 1 Dzulhijjah," kata Haji Mahmud (64), satu petugas haji senior mukimin dari Daker Madinah.

Informasi yang diperoleh Tribun dari otoritas transpotasi PPIH Arab Saudi, semalam, menyebut eskalasi pengetatan serupa justru lebih ketat di jalur Jeddah - Mekkah dan jalur Riyadh - Mekah.

Untuk Anda warga Indonesia, atau calon haji, bagaimana sih gambaran check point itu?

Bayangkan gerbang Tol Cikampek Utama?

Kalau di jalur Jakarta Bandung ini ada 12 lajur untuk toll payment gateway, maka check point Madinah-Mekkah ada 16 lajur.

Di tiap lajur, berdiri aparat berseragam cokelat tua dan baret hitam. Di belakangnya ada supervisor bergamis dan bersorban putih merah.

Di ujung lajur, ada aparat lalulintas dengan lampu sirene mobil yang terus menyala.

Ini belum cukup. Usai melintasi 16 lajur, tiap bus mutawwif berkelok lagi, ke posko-posko verifikasi dokumen perjalanan.(zil)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved