Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2023

210 Ribu Jemaah Haji Indonesia akan Tempati 70 Maktab di Arafah

Sedikitnya, 210 ribu Jemaah haji Indonesia tahun 2023 inin akan menempati 70 maktab saat wuquf di Arafah, kawasan puncak penyelenggaraan ibadah haji.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sukmawati Ibrahim
Thamzil Tahir/Tribun Timur
210 ribu Jemaah haji Indonesia tahun 2023 ini akan menempati 70 maktab saat wuquf di Arafah, kawasan puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, Rabu (27/6/2023) mendatang. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sedikitnya, 210 ribu Jemaah haji Indonesia tahun 2023 ini akan menempati 70 maktab saat wuquf di Arafah, kawasan puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, Rabu (27/6/2023) mendatang.

Wukuf di Arafah salah satu rukun utama sahnya ibadah haji.

Wukuf mulai tergelincir matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Kabid Perlindungan Jemaah (Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Harun Al Rasyid menjelaskan, kedatangan jemaah ke Arafah sesuai jadwal dan rute pergerakan yang telah disusun oleh Satuan Operasi (Satop) Armina atau Masyair yakni, satuan operasional Arafah, Mudzalifah, dan Mina.

"Jemaah akan bergerak pada 8 Dzulhijjah mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WAS. Itulah waktu bergerak jemaah," ujarnya, saat meninjau langsung kesiapan tenda di Arafah, Jumat (16/6/2023).

Baca juga: 7 Golf Cart dan 200 Kursi Roda Tambahan untuk Jemaah Lansia di Mina

Baca juga: Dirjen Haji: Pokok Operasi Haji Itu, Ya di Mina, Kota 100 Ribu Tenda

Menurut Harun, pada 9 Dzulhijjah saat itulah pelaksanaan wukuf di Arafah.

Dimulai Salat Dzuhur berjamaah, kemudian khutbah wukuf, doa dan dzikir, setelah itu jemaah dipersilakan untuk melaksanakan ibadah secara pribadi.

Selama di Arafah, jemaah haji sebaiknya berdiam diri di tenda dan memperbanyak amalan ibadah seperti membaca Al-Qur'an, zikir dan lainnya. Termasuk memanjatkan doa.

"Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jemaah bergerak dari Arafah ke Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS," ujarnya.

Dari Muzdalifah jemaah haji kembali bergerak menuju Mina pada malam 10 Dzulhijjah.

Sebab pada 10 Dzulhijjah, jemaah harus melaksanakan wajib haji yakni jumratul Aqobah. Setelah itu kembali ke pemondokan atau tenda di Mina.

Selanjutnya, pada 11 Dzulhijjah jemaah haji melaksanakan jumratul Ula, Wustha, Aqobah. Hal yang sama juga dilakukan pada 12 Dzulhijjah.

"Kalau jemaah melakukan nafar awal maka kembali ke Makkah. Tapi bagi yang nafar tsani mesti melanjutkan pada tanggal 13 Dzulhijjah melaksanakan lagi jamarat Ula, Wustha, Aqobah," katanya.

Setelah itu, kata Harun, sebelum matahari terbenam jemaah kembali ke Makkah untuk selanjutnya melakukan tawaf iffadah, sai, dan tahalul.

"Itulah selesai rangkaian ibadah haji pada tanggal 13 Dzulhijjah," katannya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved