Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Arisan Bodong

Akhirnya! Pelaku Arisan Bodong di Sidrap Ditahan, Rugikan Member Rp 530 Juta

Polres Sidrap menetapkan pelaku arisan bodong inisial FM sebagai tersangka penggelapan dan penipuan uang arisan Rp530 juta.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Sukmawati Ibrahim
wartakota
Ilustrasi Arisan - Polres Sidrap menetapkan pelaku arisan bodong inisial FM sebagai tersangka penggelapan dan penipuan uang arisan Rp530 juta. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Polres Sidrap menetapkan pelaku arisan bodong inisial FM sebagai tersangka penggelapan dan penipuan uang arisan Rp530 juta.

"Pelaku arisan bodong online FM sudah kami tetapkan tersangka," kata Kasi Humas Polres Sidrap AKP Zakariah saat dikonfirmasi, Jumat (16/6/2023).

AKP Zakariah mengatakan, FM juga sudah resmi ditahan sejak Selasa (13/6/2023).

"Statusnya sudah naik sidik. Sudah ditahan juga sejak 13 Juni 2023 hingga 20 hari ke depan," ujarnya.

Dia menuturkan, perbuatan tersangka FM ini merugikan 48 orang dengan jumlah kerugian bervariasi.

Dengan kisaran uang arisan Rp5 juta hingga Rp70 juta.

"Dengan total kerugian itu Rp530 juta," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan emak-emak di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menjadi korban arisan bodong dari owner usaha kuliner inisial FM di Sidrap. Para korban pun melapor ke polisi.

Salah satu korban arisan bodong, Tri Muliani mengatakan awalnya terduga pelaku FM ini menawarkannya untuk ikut arisan online.

"Awalnya dia chat saya di WA. Kemudian saya ikut. Karena saya memang kenal orangnya. Dia owner Raja Geprek," kata Tri Muliani, Jumat (9/6/2023).

Arisan ini pun berjalan sesuai rencana. Kemudian, teman-teman yang ikut arisan mulai panik saat FM berangkat ke Samarinda bersama suaminya.

"Setelah itu, ada informasi dari suami FM, kalau uang arisan, buku arisan dan lain-lain hilang di atas kapal saat menuju Samarinda. Kami panik. Kok bisa uang arisan dibawa ke Samarinda. Sementara itukan bukan uang mereka. Dari situlah kami mulai curiga," tuturnya.

Ia pun selalu menghubungi suami FM dan menanyakan bagaimana dengan uang arisan tersebut.

"Di telepon suaminya, dia bilang saya belum bisa pulang saya harus cari uang di sini. Kami tambah panik. Akhirnya gempar lah informasi arisan ini di medsos dan seiring waktu banyak yang juga merasa tertipu," ucapnya.

Tri Muliani mengatakan, FM menawarkan arisan tidak hanya satu kelompok saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved