Rumah Adat Saoraja Sinjai Bakal Dijadikan Destinasi Wisata
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan meminta masyarakat menjaga dan melestarikan setiap rumah adat di Sinjai..
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menyikapi terbakarnya rumah Adat Saoraja Salohe di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah pekan lalu.
Pasca terbakar rumah adat tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan meminta masyarakat menjaga dan melestarikan setiap rumah adat di Sinjai.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, Tamsil Binawan pasca terbakarnya Rumah Adat Soaraja Salohe di Lempong Cella, Dusun Kaleleng, Desa Sotengah, Kecamatan Sinjai Tengah lalu.
"Kami minta agar masyarakat Sinjai dapat menjaga seluruh rumah adat (Saoraja) di Kabupaten Sinjai, karena itu sebagai warisan budaya Kabupaten Sinjai yang harus dirawat," kata Tamsil Binawan, Selasa (13/6/2023).
Rumah adat itu dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan di kemudian hari bagi masyarakat Sinjai dan wisatawan.
Saoraja ini sebagai bukti sejarah bahwa Sinjai pernah miliki kerajaan-kerajaan kecil yang membantuknya menjadi suatu daerah yang besar seperti saat ini.
Terbakarnya Rumah Adat SaorajanSalohe pada Rabu (7/6/2023) lalu sebagai duka bagi masyarakat Sinjai.
Rencananya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai akan memberikan perhatian kepada rumah-rumah adat di Sinjai.
Tak hanya itu sejumlah rumah adat lainnya di Sinjai seperti rumah adat Karampuang di Kecamatan Bulupoddo. Rumah Adat Arung Lappa, Saoraja Lompu, Bola Sengnge, Saoraja Bipicong, Saoraja Tondong, Saoraja Bikeru dan Rumah Adat Larea-rea juga akan diberikan perhatian.
Diharapkan nantinya menjadi sebuah destinasi wisata bidang kebudaayaan.
Termasuk pemberian anggaran perawatan rumah adat dan benda-benda pusaka di dalamnya.
Tamsil menggaris bawahi pelestarian cagar budaya tersbeut bukan untuk dikeramatkan, namun dijadikan nilai edukasi dan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.
Ia mengungkap, rumah adat di Sinjai umumnya dirawat oleh keluarga raja, seperti anak atau cucu-cucunya.
Ia juga akan mengusulkan ke Dirjen Kebudayaan bahwa rumah adat tersebut akan dijadikan cagar budaya.
Tahun ini ada 16 cagar budaya yang akan diusulkan ke Dirjen Kebudayaan dari total 60 cagar budaya di Sinjai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pariwisata-dan-Kebudayaan-Kabupaten-Sinjai-Tamsil-Binawan00.jpg)