Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Lahir Pancasila

Anggota DPR RI La Tinro La Tunrung Sebut Pancasila Harus Diamalkan

Momentum Hari Lahir Pancasila (HLP) adalah salah satu hari keniscayaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
DOK PRIBADI
Anggota DPR RI La Tinro La Tunrung    

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Momentum Hari Lahir Pancasila (HLP) adalah salah satu hari keniscayaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Anggota DPR RI La Tinro La Tunrung menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus tertanam dalam kehidupan keseharian.

Legislator Partai Gerindra ini menekankan, Pancasila memiliki peran krusial dalam menyatukan bangsa Indonesia yang kaya akan suku bangsa, budaya dan memiliki adat-istiadat.

"Dasar kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara oleh karena itu apa yang terkandung dalam lima sila dari Pancasila harus kita amalkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari," kata La Tinro, Kamis (1/5/2023).

Dalam kelima sila, menurut La Tinro, tersirat makna filosofis yang melukiskan semangat demokratis, eksistensi perbedaan hingga keberagaman.

"Dan paling penting adalah selalu berlaku adil demi menjaga persatuan dan kesatuan keragaman bangsa, serta selalu memberi penghormatan hingga menghargai jasa pahlawan kita," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia tidak dapat didikte oleh negara-negara lain. Jokowi menilai Indonesia siap berkontribusi bagi dunia.

"Inilah Indonesia, Indonesia adalah Indonesia yang tidak dapat didikte oleh siapapun, yang tidak dapat didikte negara manapun, tapi siap selalu siap berkontribusi bagi dunia," kata Jokowi dalam pidatonya di Upacara Hari Lahir Pancasila di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2023).

Baginya, ideologi Pancasila menjadikan Bangsa Indonesia dapat diterima dan disegani dunia.

"Ideologi Pancasila membuat kepemimpinan Indonesia diterima dan diakui dunia. Presidensi G-20 yang telah sukses dilaksanakan, Keketuaan ASEAN tahun ini merupakan bukti nyata bahwa Pancasila bukan hanya utama untuk Indonesia tapi juga sangat relevan untuk dunia," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Kita siap bekerja sama, siap memimpin, kita ingin bekerja sama, kita ingin berkolaborasi dengan negara manapun dan menjadi titik temu serta jembatan dari perbedaan-perbedaan yang ada di dunia," Jokowi menambahkan.

Dia juga menekankan untuk selalu menerapkan sikap toleransi dan budaya gotong royong. Sebab, ini merupakan kunci untuk membangun bangsa yang kuat.

"Olehnya, saya mengajak kita semua menolak ekstemisme, menolak politisasi identitas, dan menolak politisi agama," terang Jokowi. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved