Haji 2023
H-6 Migrasi ke Makkah, PPIH Cek Deposito Paspor Jemaah di Kantor Muassasah Adillah
Muassasah adalah perwakilan otoritas haji dan mitra strategis kerajaan Saudi dengan negara, perusahaan travel haji-umrah jemaah haji, dan perorangan
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ari Maryadi
MADINAH, TRIBUN - Otoritas haji Indonesia PPIH Arab Saudi, mulai mengecek kelengkapan dokumen perjalanan kepindahan (migrasi) jamaah haji dari Madinah ke Mekah, awal Juni 2023.
Pengecekan ini langsung ke kantor Muassah Adillah di Madinah.
Muassasah adalah perwakilan otoritas haji dan mitra strategis kerajaan Saudi dengan negara, perusahaan travel haji-umrah jemaah haji, dan atau perorangan.
"Ini kunjungan rutin untuk validasi 18 ribu paspor jamaah gelombang pertama, empat hari terakhir," ujar Kepala Seksi Layanan Kedatangan dan Kepulangan (Yanpul) Daerah Kerja Madinah Cecep Nursyamsi, Sabtu (27/5/2023) siang.
Menurut Cecep, inspeksi validasi ini sebagai pengecekan awal sebelum jamaah Gelombang I Indonesia di Madinah, bergerak ke Mekah untuk persiapan puncak musim haji.
"Selama di Tanah Suci, jamaah itu dilarang pegang paspor. Jadi kita depositkan di muassasah, untuk keamanan dan sekaligus jaminan," ujar Cecep saat diterima manajemen Daleel Al Zoowa, di Jalan Abubakar Saazii, Distrik Urwah, sekitar 2,1 km tenggara Masjid Nabawi.
Daleel Alzowa, adalah perusahaan pihak ketiga kontrakan Muassahan Adillah untuk mengurus sejumlah item layanan strategis, transportasi, akomodasi, perizinan dokumen perjalanan dan ziarah, keselamatan jamaah, termasuk deposito dan penyimpanan paspor para jamaah luar negeri.
Sebelum kunjungan ke Muassaah, Cecep menggelar rapat dengan 24 pimpinan kloter dari 9 embarkasi di Kantor Misi Haji Indonesia, sekitar 2,5 km dari Maktab Muassasah.
Di kantor ini mitra PPHI Indonesia ditempatkan di gedung Nomor 10.
Sembilan gedung lainnya digunakan jamaah dari negara Asia Tenggara, Malaysia, Thailand, Brunei, Singapura, dan negara Asia lain.
Di kantor Muassasah, PPHI menempatkan sekitar 8 staf perwakilan.
Mereka adalah petugas haji dari mukimin dan mahasiswa Indonesia di Jazirah Arab, Saudi, Sudan dan Mesir.
Pihak PPHI Indonesia, mempercayakan pengurusan ini kepada bidang dan seksi Layanan Kepulangan.
Sebagai negara pengirim jamaah terbesar, Indonesia mendapat dua kompartemen gedung.
Satu ruangan seukuran meja pimpong khusus untuk menyimpan paspor jamaah.
Paspor dibagi tiap embarkasi.
Tribun berkesempatan masuk ke ruangan muassah. Muassasah ini merupakan organisasi gabungan antara mutawif pembimbing tawaf ( syekh dan munawir) dan, pembimbing ziarah. Organisasi ini didirikan 3 Mei 1984 oleh pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan mutu layanan haji mereka, baik di Mekah, Madinah, maupun di Jeddah.
Bertugas dan bertanggung jawab melayani akomodasi, transportasi bimbingan ibadah haji dan pelayanan umum.
Adapun dalam urusan Umrah, Muassasah bertugas menerbitkan dokumen perjalanan dari pihak MOFA (Ministry of Foreign Affairs). Dengan MOFA inilah, calon peserta Umrah dapat mengajukan visa Umrah ke Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) di negara masing masing.
76 Lansia Ikut Dalam Kloter I Jemaah Haji Embarkasi Makassar, Lansia Tidak Mandiri Prioritas |
![]() |
---|
Video: Jemaah Makassar Tampil Cantik Sebelum Pulang Kampung |
![]() |
---|
Video: Warga Turatea Berduka, 1 Warganya Meninggal di Arab Saudi |
![]() |
---|
Video: Penampilan Haji 'Koboi' Asal Pinrang saat Pulang dari Tanah Suci, Incaran Petugas Haji |
![]() |
---|
54 Jemaah Haji Debarkasi Makassar Meninggal Dunia di Musim Haji |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.