Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang Lagi

Kementerian Agama RI kembali memperpanjang kesempatan bagi Jemaah Calon Haji (JCH) untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M..

PEXELS.COM/KONEVI
Ilustrasi Ibadah Haji - Kementerian Agama RI kembali memperpanjang kesempatan bagi Jemaah Calon Haji (JCH) untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M. 

JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Agama RI kembali memperpanjang kesempatan bagi Jemaah Calon Haji (JCH) untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab, mengatakan bahwa pelunasan biaya haji diperpanjang mulai hari ini, Senin (15/5/23) hingga Jumat (19/5/2023).

“Tahap pelunasan biaya haji kita perpanjang lagi mulai hari ini hingga 19 Mei 2023,” terang Saiful Mujab di Jakarta, Senin (15/5/2023).

Meski tidak mengungkap secara langsung, namun diduga perpanjangan kembali masa pelunasan Bipih akibat erornya sistem perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang terjadi selama beberapa hari, pekan lalu.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, mengaku erornya sistem perbankan BSI berdampak pada progress pelunasan Bipih bagi jemaah reguler. Sementara mayoritas jemaah haji reguler adalah nasabah BSI.

Saiful Mujab melanjutkan, tahun ini Indonesia mendapat 221.000 kuota jemaah haji. Terdiri 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Pelunasan Bipih berlangsung sejak 11 April hingga 5 Mei 2023.

Saat itu, ada 188.964 jemaah yang melunasi biaya haji. Proses pelunasan lalu diperpanjang hingga 12 Mei 2023. Sampai penutupan, ada 196.377 jemaah yang melunasi. Karena masih ada sisa kuota, maka pelunasan kembali diperpanjang.

Menurut Saiful, jemaah yang namanya tercantum dalam daftar jemaah berhak melunasi tahun 1444 H namun belum melakukan pelunasan atau konfirmasi pelunasan, tetap diberi kesempatan.

“Jemaah yang masuk kuota tahun ini namun belum sempat melunasi, kami harap pada perpanjangan kali ini bisa segera melunasi,” tuturnya.

“Termasuk bagi jemaah lunas tunda tahun 2020 dan 2022 yang diberi kesempatan pada tahun ini hanya melakukan konfirmasi pelunasan saja, masih diberi kesempatan. Ini agar dimanfaatkan karena tahun depan belum tentu diberlakukan kebijakan yang sama,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Saiful Mujab, pada tahap perpanjangan ini, pihaknya juga tetap memberikan kesempatan kepada jemaah haji reguler yang masuk dalam kategori cadangan untuk melakukan pelunasan Bipih.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah bahkan menambah jumlah jemaah cadangan dari awalnya diberlakukan secara merata sebesar 15 persen dari kuota masing-masing provinsi, menjadi dihitung secara proporsional.

Provinsi dengan sisa kuota masih cukup banyak, jumlah cadangan yang diberi kesempatan melunasi mencapai 40 persen. Sementara jika sisa kuotanya tinggal sedikit, jumlah cadangan ditambah menjadi 20 persen.

“Kuota cadangan setiap provinsi pada tahap perpanjangan ini kita hitung secara proporsional, dengan besaran persentase dari 20 persen sampai 40 persen,” sebut Saiful.

Ada sembilan provinsi dengan kuota cadangan 20 persen, yaitu Jambi, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sebanyak 12 provinsi dengan kuota cadangan 25 persen, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat.

Provinsi dengan kuota cadangan 30 persen adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua, Kepulauan Riau, Papua Barat, dan Kalimantan Utara. “Kuota Cadangan di Provinsi Jawa Timur dan Maluku sebesar 35 persen. Sedang DKI Jakarta mencapai 40 persen,” jelas Saiful.

“Jemaah yang melunasi biaya haji dengan status cadangan akan diberangkatkan jika sampai dengan penutupan seluruh tahapan pelunasan masih ada sisa kuota pada masing-masing provinsi. Jika mereka tidak bisa berangkat tahun ini akan menjadi prioritas untuk keberangkatan tahun depan,” sambungnya.

Cuaca Arab Saudi

Cuaca di Arab Saudi akan menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah haji asal Indonesia. Pada musim haji 2023 ini, suhu di Arab Saudi diperkirakan berada di kisaran 47 sampai 50 derajat celcius.

Dengan suhu sepanas itu, maka kesiapan dan persiapan fisik jemaah menjadi penting sebelum dan saat berada di Tanah Suci.

"Haji tahun ini masih dalam kondisi musim panas. Suhunya di kisaran 50 derajat. Angin yang biasanya diharapkan bisa membantu, juga akan terasa panas saat mengenai muka," kata Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Arsyad Hidayat dalam rapat koordinasi petugas Daerah Kerja (daker) Makkah, Senin (15/5/23).

Menurut Arsyad, dalam kondisi tersebut dibutuhkan kesadaran dan pemahaman dari jemaah saat melakukan serangkaian ibadah selama di Tanah Suci.

Kesadaran mengukur kemampuan fisik sendiri juga penting untuk menjaga agar kondisi jemaah tetap bugar.

"Cuaca diperkirakan sangat panas. Perlu persiapan fisik agar tetap optimal melayani jemaah. Biasakan dari sekarang untuk banyak minum air putih," tutur Arsad.

Dia berpesan agar petugas mempersiapkan diri sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, baik persiapan yang sifatnya fisik maupun non fisik.

"Para petugas agar mulai mempersiapkan fisik dan mental untuk bertugas selama 60 hari di Makkah," kata Arsad.

Di sisi lain, Arsad menyebut Petugas PPIH juga berperan memberikan penjelasan serta bantuan kepada jemaah agar kondisi mereka tetap terjaga. Apalagi tahun ini, Kemenag mencatatkan program haji Ramah Lansia dengan memperbesar kuota lansia di haji 2023.

Jemaah haji lansia tahun ini seperti pernah disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berjumlah 62.879 orang.

Dengan range usia mulai 65 sampai 105 tahun. Dari jumlah tersebut, didominasi jemaah berusia 65-75 tahun yang mencapai 51.778 orang.

Terbanyak kedua berusia 76-85 tahun (8.760) dan jemaah berumur 95 tahun keatas sekitar 269 orang.

"Ini menjadi jumlah terbesar untuk lansia. Karena itu, seluruh petugas harus bisa menjadi pelayan dari tamu Allah. Berikan perhatian kepada para jemaah, terutama lansia agar mereka bisa melakukan ibadah dengan tenang dan nyaman," terang Arsyad.(tribun network/fah/dod)

HL TRIBUN TIMUR 16 MEI 2023.  (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved