Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sunah Islam

Cara Menjadi Orangtua Idaman dan Tips Mendidik Anak Menurut Aisyah Dahlan, 5 Hal Harus Dilakukan

Aisyah Dahlan juga memberikan lima tips bagi orangtua agar bisa menjadi idaman anak-anak mereka.

Tayang:
Editor: Ansar
Instagram
Aisyah Dahlan- Aisyah Dahlan juga memberikan lima tips bagi orangtua agar bisa menjadi idaman anak-anak mereka. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dokter Aisyah Dahlan pernah membahas tentang pentingnya peran orangtua dalam menentukan keberhasilan anak.

Menurutnya, orangtua harus menjadi sosok yang diidamkan oleh anak-anak mereka, sehingga anak-anak mau menaatinya dan mencintainya.

Aisyah Dahlan juga memberikan lima tips bagi orangtua agar bisa menjadi idaman anak-anak mereka.

Pertama, orangtua harus menguasai ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendidik anak.

Kedua, orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, karena mereka akan meniru apa yang dilihat dan didengarnya.

Ketiga, orangtua harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada anak-anak mereka.

Keempat, orangtua harus menghindari perilaku kekerasan dan memperlakukan anak dengan baik.

Terakhir, orangtua harus memastikan bahwa lingkungan rumah dan pergaulan anak-anak mereka selalu aman dan positif.

Menjadi orangtua adalah tanggung jawab besar yang harus diemban dengan baik.

Dengan mengedepankan rasa kasih sayang dan memperhatikan lima tips yang diberikan oleh dr Aisyah Dahlan, orangtua bisa menjadi sosok yang baik dan idaman bagi anak-anak mereka

Dalam sebuah video yang dilihat di kanal YouTube @Alid Tv, dr. Aisyah Dahlan mengatakan, mengedepankan rasa kasih sayang terhadap anak adalah kunci dalam mendidik anak, bukan dengan kekerasan.

Dalam pola asuh yang demikian, orang tua dapat menjadi tempat bagi anak untuk berbicara dan berbagi keinginan dan permasalahannya.

Ini penting terutama dalam kondisi pandemi yang sedang berlangsung, di mana kita harus memilih pola asuh dengan bijak.

Alquran Surah Ali Imron ayat 159 juga mengajarkan kita untuk bersikap lemah lembut terhadap orang lain dan memohonkan ampun bagi mereka.

Jika orang tua bersikap keras dan kasar, anak akan menjauh dari orang tua dan mungkin mencari solusi yang salah.

Oleh karena itu, orang tua harus selalu mengedepankan kasih sayang dan kelembutan dalam mendidik anak, sehingga anak merasa nyaman untuk berbicara dan berbagi dengan orangtua.

Hal ini juga dapat membantu mencegah anak dari tindakan yang salah di masa depan.

Meski begitu orangtua juga harus tegas dalam mendidik anak.

Menurut dr. Aisyah Dahlan, menjadi tegas tidak selalu berarti harus bersikap kasar atau keras. Sebaliknya, sikap lembut pun bisa tetap tegas.

Contoh tegas namun lembut yang bisa diterapkan pada anak adalah sebagai berikut:

Anak: "Bunda, aku ingin makan es krim."

Orang Tua: "Maaf Nak, saat ini sedang tidak memungkinkan untuk membeli es krim. Besok Bunda akan membelikan ya."

Anak: "Tapi aku ingin sekarang," sambil merengek-rengek.

Orang Tua: "Sayang, Bunda mengerti kamu ingin segera menikmati es krim. Namun, saat ini tidak mungkin ya. Besok kita beli es krim bersama-sama, ya?"

Anak: "Baiklah,"

"Melalui contoh di atas, kita dapat melihat bahwa tegas namun lembut adalah cara yang baik untuk menghadapi situasi sulit dengan anak.

Dengan demikian, anak merasa didengarkan dan merasa dihargai, tanpa perlu mengalami pengalaman traumatis yang mungkin akan membuatnya menjauh dari orang tua," ujar dr. Aisyah Dahlan.

Selain bersikap lembut terhadap anak, orang tua sebaiknya selalu berdoa memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT untuk anaknya.

Menurut para ahli, orang tua harus menjadi tempat anak untuk bercerita, dan diajarkan oleh Allah untuk bersikap lemah lembut terhadap anak.

"Allah memerintahkan kita dan telah memberitahu bahwa jika kita keras dan berhati kasar, anak akan menjauh dari kita," ujar dr Aisyah Dahlan.

Berikut adalah tahapan menjadi orang tua terbaik untuk anak:

1. Bersikap lemah lembut

2. Memaafkan anak terlebih dahulu

3. Memohonkan ampunan kepada Allah SWT untuk anak

4. Mengingatkan anak dengan baik dan ajak untuk musyawarah atau diskusi

5. Bertawakal kepada Allah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved