Headline Tribun Timur
Omicron Arcturus Sudah Menyebar di 22 Negara
Subvarian Omicron XBB.1.16 ini pertama kali diidentifikasi pada Januari 2023 dan mulai dipantau oleh WHO sejak 22 Maret.
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Menurut WHO, subvarian Arcturus adalah salah satu dari 600 sub-varian Covid-19 Omicron.
Arcturus disebut juga sebagai subvarian Omicron XBB.1.16.
Subvarian Omicron XBB.1.16 ini pertama kali diidentifikasi pada Januari 2023 dan mulai dipantau oleh WHO sejak 22 Maret.
Hingga saat ini Arcturus telah terdeteksi di 22 negara, termasuk India, Inggris, AS, dan Indonesia.
Varian baru Covid-19 ini memiliki satu mutasi tambahan pada spike protein, yang dalam penelitian laboratorium menunjukkan peningkatan infeksivitas serta potensi peningkatan patogenisitas.
Tetapi WHO belum melihat ada perubahan yang bisa menyebabkan peningkatan keparahan penyakit pada individu atau populasi.
Para ilmuwan di Universitas Tokyo membandingkan subvarian Kraken dan Arcturus.
Hasilnya adalah varian Covid-19 terbaru ini bisa menyebar sekitar 1,17 hingga 1,27 kali lebih efisien dari pada kerabatnya.
Hasil pengamatan mereka juga menilai bahwa varian baru Covid-19 Arcturus lebih sangat kebal terhadap antibodi yang tertinggal di tubuh dari infeksi Covid-19 sebelumnya.
Dikutip dari Economic Times, Konsultan Dokter Umum Anak di Madhukar Rainbow Children's Hospital Dr SK Nakra mengatakan, gejala varian baru Covid-19 Arcturus bisa meliputi demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri badan, gejala gastrointestinal atau gangguan pencernaan, mata lengket merah dan gatal (konjungtivitis).(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.